Trend Co Working Space Semakin Diminati, Intiland Luncurkan SUB Co Spazio Tower

Trend Co Working Space Semakin Diminati, Intiland Luncurkan SUB Co Spazio Tower
Grand opening SUB Co Spazio Tower di Surabaya (Dok. PT Intiland Development Tbk)

Jakarta, Properti Indonesia – Pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) terus memperkuat segmen usaha perkantoran dengan menghadirkan ruang perkantoran yang inovatif.

Direktur Operasional Intiland Surabaya Simon J. Wirawan mengatakan bahwa perkantoran yang dinamis, compact, dan simple menjadi incaran para pelaku usaha start-up belakangan ini. Terutama perkantoran berkonsep co-working space yang telah menjadi pilihan utama generasi milenial untuk mengembangkan bisnis khususnya di industri kreatif maupun berbasis teknologi.

Oleh karena itu Perseroan melakukan ekspansi dengan meluncurkan SUB Co Spazio Tower. Perkantoran alternatif yang mengusung konsep co-working space ini berlokasi di gedung Spazio Tower, kawasan bisnis Graha Famili, Surabaya, Jawa Timur.

“Kami mencermati tren kebutuhan ruang perkantoran bergerak sangat dinamis. Perubahan model bisnis dan generasi pebisnis mendorong pergeseran terhadap kebutuhan ruang kantor yang makin fleksibel, ringkas, inovatif, dan tidak terlalu kaku suasananya. Mereka memilih lebih fokus pada aspek produktifitas, output, kolaborasi, dan faktor kenyamanan kerja,” ujar Simon dalam siaran pers yang diterima Properti Indonesia, Kamis (16/12).

SUB Co Spazio Tower berada di lantai 10 dengan memiliki luas total 566 meter persegi. SUB Co Spazio Tower dibagi menjadi dua area yakni lounge dan service office. Area service office dilengkapi dengan enam share desk, yang dapat digujakan secara komunal bagi para anggotanya serta 30 suite office yang disewakan.

“Konsep ini berbeda dengan co-working space lainnya yang biasanya menerima pasar ritel dan menyewakan fasilitas secara harian. SUB Co Spazio Tower kami peruntukan khusus bagi para members bulanan atau tahunan. Konsep ini merupakan salah satu cara kami untuk menghadirkan suasana kerja yang lebih privat dan nyaman serta mendukung terciptanya kolaborasi bagi para penggunanya,” jelas Simon.

Adapun paket sewa bulanan dan tahunan yang ditawarkan SUB Co Spazio Tower di antaranya tRif untuk share desk sebesar Rp1,5 juta per bilan dan suite office sebesar Rp2 juta per bulan.

Area service office dan lounge dipisah untuk menjaga privasi dan keamanan bagi para penyewa. Pada area lounge disediakan fasilitas seperti open pantry, minuman, serta area duduk.

“Meski baru kami luncurkan, saat ini tingkat okupansinya sudah diatas 50 persen,” imbuh Simon.

Kemudian untuk fasilitas pendukung utuk penyewa di antaranya jaringan nirkabel berkecepatan tinggi, mesin printer dan scanner, fotokopi, pendingin ruangan, dan dapur.    

“Minat para pengusaha start up terhadap kebutuhan ruang perkantoran cenderung dinamis. Hal ini didasari sejumlah faktor seperti lokasi, aksesibilitas, serta biaya yang relatif lebih ringan dibanding perkantoran yang lebih besar. SUB Co Tierra, SUB Co Spazio, dan Sub Co Intiland Tower saat ini rata-rata okupansinya diatas 90 persen,” tutur Simon.

Masing-masing SUB Co menawarkan konsep yang berbeda. SUB Co Tierra menghadirkan konsep ruang kerja dengan dekorasi dan furnitur bernuansa industrial. Menyediakan sebanyak enam ruang ruang kerja yang saat ini seluruhnya sudah tersewa serta sebuah area kerja komunal yang luas. Berikutnya yakni SUB Co Spazio yang berada di gedung Spazio dengan konsep nuansa lebih formal.

Perseroan menilai perkantoran dengan konsep co-working space dapat menjadi jawaban akan kebutuhan para pekerja kreatif terhadap tempat kerja yang inovatif sekaligus menjadi solusi cerdas untuk membangun jejaring yang luas. Co-working space dapat menjadi inkubator bisnis yang memungkinkan para start-up bisnis bekerja bersama dengan pendiri perusahaan baru lainnya.

Tags
#Perkantoran #Berita Properti #Bisnis Properti #co working space #properti #intiland development #ruang kantor