Jakarta, Properti Indonesia – Dapur virtual atau cloud kitchen juga dikenal sebagai restoran virtual. Restoran ini hanya beroperasi untuk layanan pengiriman. Tidak seperti restoran pada umumnya, cloud kitchen tidak memiliki area tempat duduk untuk pelanggan baik di dalam atau luar restoran.
Tipikal bisnis ini mulai diperkenalkan pada tahun 2011 yang dipelopori oleh Rebel Food, yaitu perusahaan cloud kitchen yang berbasis di India. Rebel food sendiri saat ini sudah mengoperasikan ratusan cloud kitchen.
Di Indonesia sendiri model bisnis Cloud kitchen bukanlah konsep yang baru . Model dapur virtual ini sebelumnya sudah dioperasikan oleh merek restoran cepat saji yang berfokus pada pengiriman dan pengantaran seperti Domino’s Pizza dan PHD (Pizza Hut Delivery).
Kekinian, cloud kitchen didirikan oleh perusahaan yang bekerja sama dengan beberapa merek dari pemilik yang sama atau berbeda, untuk beroperasi di tempat yang sama. Biasanya cloud kitchen berbentuk bangunan tunggal yang dibagi menjadi bilik dapur yang lebih kecil atau pod yang disewakan kepada suatu brand atau merek serta penyewa yang berbeda. Tujuannya untuk meminimalkan biaya, karena penyewa tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk tata letak fisik dan staf.
Menurut riset Savills Indonesia, faktor yang membuat tren dapur virtual ini meningkat dikarenakan maraknya pengembangan super app. Selain itu, pandemi Covid-19 juga membuat transaksi pengiriman makanan ke rumah jadi meningkat.
Pasar cloud kitchen di Indonesia saat ini kembali hits, terutama di Jakarta. Pada 2011 Grab meluncurkan cloud kitchen yang diberi nama Grabkitchen. Satu tahun berikutnya Gojek juga meluncurkan Dapur Bersama GoFood. Keduanya memiliki konsep yang cukup mirip, di mana penyewa sebagian besar merupakan merchant pilihan dari platform Grab dan GoFood.
Saat ini, banyak operator yang mulai memasuki pasar, seperti Everplate, Yummykitchen, Kita Kitchen, Telepot, dan Eatsii. Savills memperkirakan saat ini terdapat sekitar 70 cabang cloud kitchen yang terdiri lebih dari 500 kitchen pod yang dioperasikan oleh tujuh operator di seluruh Jakarta.
Cloud kitchen sangat populer di kalangan bisnis F&B yang baru didirikan atau bisnis kecil, karena fleksibilitasnya dan investasi awal relatif lebih rendah dibandingkan dengan ruang ritel konvensional.
Grabfood Kitchen
Grabfood Kitchen didirikan sejak 2018 dan saat ini telah memiliki 24 gerai dengan luas pod mulai dari 10 m2 hingga 20 m2, dengan kontrak satu tahun dan skema revenue sharing. Merek yang bekerja sama dengan Grabfood Kitchen antara lain SaladStop!, Sour Sally, dan Kopi Kenangan.
Dapur Bersama GoFood
Dapur Bersama GoFood didirikan sejak 2019 dan memiliki 10 gerai dengan luas pod 14 m2 hingga 25 m2. Masa kontrak satu tahun dengan skema revenue sharing. Merek yang bekerja sama antara lain Sisterfields, Siblings, dan Espresso Bar.
Everplate
Everplate didirikan sejal 2019 dan telah memiliki 7 gerai dengan luas mulai dari 6 m2 hingga 17 m2. Kontrak yang diberlakukan selaama 1 tahun dengan biaya rental fixed rent 6 bulan. Brand yang telah tergabung dalam Everplate diantaranya Fish Streat, SaladStop!, dan Tokyo Belly.
Yummy Kitchen
Yummy Kitchen didirikan sejak 2019 dan terdiri dari 28 outlet dengan luas 5 m2 hingga 10 m2. Kontrak hanya enam bulan dengan revenue sharing 7 bulan. Merek yang telah bergabung diantaranya Djournal, Dailybox, da Padang Merdeka.
Kita Kitchen
Kita Kitchen bergabung sejak 2020 terdiri dari 2 gerai seluas 6-17 m2 dengan sewa 6 bulan, fixed rent 5 bulan. Merek yang tergabung diantaranya D’Crepes, Yoshinoya, Saladstop, Eatlah, dan Colette Lola Stack.
Telepot
Telepot didirikan sejak 2020 terdiri dari 1 gerai dengan ukuran 7-19 m2, sewa 6 bulan, dan revenue sharing 6 bulan.
Eatsii
Sementara Eatsii baru saja didirikan pada tahun 2021 dan belum memiliki gerai.