Jakarta, Properti Indonesia – PT Summarecon Agung Tbk., telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda persetujuan melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHETD) atau right issue dengan menerbitkan sebanyak 3,6 miliar saham atau 25% dari modal disetor Perseroan atau dengan nilai Rp100 rupiah per lembar saham.
“Dana hasil right issue ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, pembayaran hutang serta modal kerja untuk mempercepat pengembangan usaha Perseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak perusahaan. Diharapkan dengan aksi korporasi ini, kinerja dan daya saing perusahaan akan semakin meningkat,” ujar Presiden Direktur Summarecon, Adrianto P. Adhi, dikutip dari siaran pers, Kamis (1/4).
Baca Juga : Summarecon Serpong Kenalkan Klaster Baroni
Menurut Adrianto, Summarecon juga juga akan terus melakukan pengembangan usaha untuk memberikan nilai optimal bagi seluruh skateholder. Saat ini Perseroan telah melakukan pengembangan kota terpadu di beberapa kawasan, seperti Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, dan Bogor.
Perseroan juga akan terus membangun dan mengembangkan proyek-proyek baru yang inovatif. Adapun kegiatan usaha Summarecon melalui unit-unit usaha, diantaranya:
Unit bisnis pengembangan properti
Pada unit ini Perseroan membangun beberapa proyek properti untuk dijual seperti rumah, apartemen, kavling, dan bangunan komersial atau ruko. Saat ini Summarecon sendiri telah mengembangkan tujuh proyek township, diantaranya Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Emerald Karawang, Summarecon Mutiara Makassar, dan Summarecon Bogor.
Baca Juga : Menyesuaikan Konsep hingga Free PPN, Strategi Summarecon Serpong Di Kala Pandemi
Bisnis investasi dan manajemen properti
Selain proyek untuk dijual, Summarecon membangun proyek properti untuk disewakan seperti pusat perbelanjaan. Pendapatan sewa dari pusat perbelanjaan inilah yang menjadi pendapatan berkelanjutan bagi Perseroan. Adapun pusat perbelanjaan yang sudah dikembangkan Summarecon, antara lain Summarecon Mall Kelapa Gading, Summarecon Mall Serpong, dan Summarecon Mall Bekasi dengan luas gross floor area keseluruhan mencapai 300 ribu m2.
Bisnis rekreasi dan hospitality
Unit bisnis rekreasi dan hospitality juga menjadi proyek yang bersifat fasilitas lengkap sekaligus menadi pendapatan bagi Perseroan. Seperti contohnya Klub Kelapa Gading, The Springs Club, Harris Hotel Kelapa Gading, POP! Hotel Kelapa Gading, Harris Hotel Bekasi, Movenpick Resort & Spa di Jimbaran Bali, dan Rumah Sakit St Carolus.
Sebagai informasi, Summarecon tetap produktif dan mencetak marketing sales cukup baik selama masa pandemi. Pada tahun lalu telah mengantongi marketing sales sebesar Rp3,3 triliun.
“Dengan demikian diharapkan kinerja Perseroan di masa mendatang akan semakin baik, seiring dengan berkembangnya skala usaha, melalui pengembangan produk-produknya yang inovatif dan berkualitas, sehingga akan meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi seluruh skateholder,” jelas Adrianto.