Sepanjang Q2-2023 Tidak Ada Kondominium Baru yang Diluncurkan di Jabodetabek

Sepanjang Q2-2023 Tidak Ada Kondominium Baru yang Diluncurkan di Jabodetabek
South Quarter (Dok. PT Intiland Development Tbk)

Jakarta, Properti Indonesia - Total pasokan kumulatif kondominium di Jabodetabek pada kuartal II 2023 mencapai 375.438 unit. Jumlah ini meningkat 0,29 persen dari kuartal sebelumnya dan 6,8 persen dari periode yang sama tahun 2022.

Konsultan properti Cushman & Wakefield mencatat, sekitar 1.090 unit kondominium dari tiga proyek diselesaikan pada kuartal ini dan sebagian besar berlokasi di Jakarta Selatan. Di antaranya adalah South Quarter (Tower D) 350 unit, Fatmawati City Center (Victoria Park Suite) 660 unit, dan Royal Heights (Tower B) di Bogor 80 unit. 

Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rajardjo mengatakan, di kuartal kedua ini tidak ada proyek kondominium baru yang diperkenalkan ke pasar dan total pasokan yang direncanakan tetap tidak berubah, yakni sebesar 112.089 unit. 

"Sebagian besar pengembang fokus pada pemasaran pasokan saat ini," ujar Arief dalam Marketbeat Report, Kamis (27/7). 

Arief juga mengatakan hingga tahun 2023 ini terdapat sebanyak 19.000 unit kondominium yang telah diserah terima, setelah sebelumnya tertunda akibat pandemi. Pasokan kondominium pada segmen menengah bawah masih mendominasi dengan besaran 45,8 persen, diikuti oleh segmen menengah sebesar 40,3 persen, segmen menengah atas 9,3 persen, dan segmen atas 4,6 persen.

Tambahan pasokan dari proyek-proyek yang sudah ada dan yang akan datang terjadi di area Debotabek, dengan sebagian besar berada di Bekasi dan Tangerang atau 43 persen dari total pasokan di Jabodetabek. Sementara itu, pasokan kondominium yang direncanakan di area Debotabek diperkirakan mencapai 87.388 unit atau 78 persen dari total pasokan yang direncanakan. 

Meski begitu, pasar kondominium di Jabodetabek masih tetap stabil, dengan tingkat penjualan yang sudah tercatat sebesar 93,6 persen, menunjukkan peningkatan hanya 0,4 persen dari kuartal sebelumnya dan 0,1 persen secara tahunan. 

Tingkat hunian pada kuartal ini mencapai tingkat hunian tertinggi sejak pandemi, yaitu 57,8 persen. Peningkatan terjadi di area CBD Jakarta dan area sekunder yang berdekatan dengan universitas. Transaksi secara keseluruhan selama kuarta kedua didominasi oleh proyek kelas menengah ke bawah sebesar 70,2 persen. 

"Pada kuartal-kuartal mendatang, kelas menengah ke bawah diperkirakan akan tetap mendominasi pasar," imbuh Arief. 

Dari segi harga, pada kuartal kedua ini tercatat memiliki harga yang reelatif stabil yaitu berada di Rp47,7 juta per m2. Harga kondominium di area CBD Jakarta naik sebesar 5,7 persen dibandingkan tahun lalu menjadi Rp58,9 juta per m2, sedangkan di lokasi primer mengalami kenaikan tahunan yang lebih rendah sebesar 4,8 persen menjadi Rp50,5 juta per m2. 

Tags
#hunian #kondominium #Berita Properti #properti #cushman & wakefield