Jakarta, Properti Indonesia - Emiten Sentul City Tbk (BKSL) mencatat kerugian sepanjang tahun 2022 sebesar Rp163,15 miliar. Jumlah ini berbanding terbalik dengan tahun 2021 yang mencatat keuntungan sebesar Rp261,47 miliar. Sehingga rugi saham per saham dasar menurun dari Rp3,90 di tahun 2021 menjadi Rp2,43 pada 2022.
Berdasarkan laporan keuangan BKSL di Bursa Efek Indonesia, Senin (10/4), pendapatan ikut menurun 26 persen dari Rp910,70 miliar di tahun 2021 menjadi Rp672,30 miliar di tahun 2022. Kemudian beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp235,02 miliar atau turun 16 persen dari tahun 2021 sebesar Rp281,85 miliar.
Selain itu, beban penjualan meningkat dari Rp26,18 miliar menjadi Rp28,68 miliar. Laba usaha BKSL juga turun 60 persen dari tahun sebelumnya Rp497,41 miliar menjadi Rp196,77 miliar. Pendapatan keuangan tercatat Rp4,07 miliar turun dari Rp9,34 miliar, serta beban keuangan Rp343,32 miliar, naik dari Rp261,67 miliar di tahun sebelumnya.
Adapun total ekuitas BKSL tercatat meningkat dari Rp10,48 triliun pada akhir tahun 2021 menjadi Rp10,32 di akhir tahun 2022. Jumlah liabilitas melonjak menjadi Rp6,39 triliun dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,16 triliun. Jumlah aset Rp16,72 triliun, naik tipis dari akhir tahun 2021 sebesar Rp16,65 triliun.
Sentul City Alami Kerugian Rp163 Miliar Sepanjang Tahun 2022