Jakarta, Properti Indonesia - Beberapa pekan lalu hampir sebagian besar pusat perbelanjaan di kota-kota besar di Indonesia mengalami lonjakan kunjungan, khususnya menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Bahkan, di beberapa pusat perbelanjaan seperti Pasar Tanah Abang tingkat kunjungan yang terjadi melebihi kapasitas maksimal dengan jumlah pengunjung mencapai seratus ribu orang.
Terkait hal ini, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja mengatakan, bahwa tingkat kunjungan yang tinggi tersebut dikarenakan beberapa faktor, diantaranya momen pada akhir dan awal bulan.
“Pada saat itu gaji dan THR sudah dibayar oleh sebagian perusahaan-perusahaan. Kemudian yang lebih penting yaitu adanya pembatasan oleh pemerintah untuk larangan mudik dari tanggal 16-17 Mei 2021. Sehingga membuat masyarakat berbondong-bondong berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hari raya,” ujar Alphon saat dihubungi Properti Indonesia, Selasa (18/5).
Menurut Alphon, tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan sempat kembali meningkat pada tanggal 14-15 Mei 2021 namun dengan tujuan berbeda yaitu untuk mengisi liburan dan kuantitasnya pun hanya 70% sampai 80% dari tingkat kunjungan sebelum lebaran.
Alphon berpendapat, meskipun sempat mengalami lonjakan pengunjung, bukan berarti sektor ini akan bangkit dari keterpurukan akibat dampak pandemi Covid-19 yang masih terus melanda. Sebab, lonjakan tingkat kunjungan pada saat libur Lebaran tersebut hanyalah momen sesaat.
"Apakah (lonjakan pengunjung) sudah menunjukkan indikator pemulihan sektor ritel atau pusat perbelanjaan, saya kira belum. Karena ini adalah momen-momen sesaat, terjadi peningkatan kunjungan karena Idul Fitri. Kemudian ada larangan mudik,” tutur Alphon.
Dirinya menjelaskan, bahwa perjuangan untuk memperbaiki kinerja sektor ritel masih panjang, karena yang bisa menggerakkan pemulihan menuju normal hanyalah vaksinasi bagi masyarakat umum.
Sementara, sebut Alphon, tahapan program vaksinasi yang dijalankan pemerintah saat ini masih belum sampai pada masyarakat umum. Meskipun ada rencana baru akan dilakukan pada triwulan III tahun ini.
“Artinya pada tahun 2021 kondisi ritel maupun pusat perbelanjaan masih akan dalam keadan kondisi tertekan,” tegasnya.
Alphon tak menampik jika sebagian besar pelayanan publik termasuk karyawan toko pada saat ini sudah mendapatkan vaksinasi. "Namun apabila konsumen yang merupakan masyarakat umum belum divaksinasi maka tetap saja belum bisa memasuki fase menuju normal," tutup Alphon.