Relaksasi Properti Berdampak pada Penjualan Rumah Ready Stock Ciputra Residence

Relaksasi Properti Berdampak pada Penjualan Rumah Ready Stock Ciputra Residence
Gerbang Citra Raya (dok Citra Raya)

Jakarta, Properti Indonesia – Direktur Utama Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata optimistis jika program vaksinasi yang telah dilaksanakan Pemerintah sejak pertengahan Januari lalu menjadi game changer atau faktor penentu bagi perekenomian Indonesia, tak terkecuali sektor properti. Menurut Budiarsa, tolok ukur keberhasilan tersebut terlihat dari sentimen positif yang sudah mulai terasa dibandingkan kuartal pertama 2020 lalu. 

“Pada kuartal pertama tahun lalu paska diumumkan pandemi pertama, banyak masyarakat yang langsung kalangkabut. Namun, kondisi saat ini berbeda karena sentimen sudah menjadi lebih baik. Kita berharap vaksinasi ini kecepatannya makin lama makin tinggi sehingga optimisme masyarakat akan bertambah terus. Terlebih, Pemerintah juga memberikan stimulus-stimulus yang bertujuan agar perekonomian kembali pulih secepatnya,” ujar Budiarsa dalam acara diskusi daring bersama Properti Indonesia, Senin (29/3).

Baca Juga : Properti Mulai Bergairah, Ciputra Group Bersiap Gelar Pemilihan Unit Citra Landmark

Budiarsa mengatakan, pandemi juga telah merubah segmen pasar properti, khususnya sub sektor hunian. Sebagai contoh, segmen yang cukup terkena dampak pandemi adalah hunian dengan kisaran harga Rp500 juta kebawah dan di atas Rp2 miliar. Sementara, hunian dengan kisaran Rp500 juta sampai dengan Rp2 miliar justru penjualannya lebih baik.

Meski begitu, Ciputra Residence sendiri menurut Budiarsa masih mempertimbangkan rencana meluncurkan proyek baru pada tahun ini. “Untuk proyek baru kita masih mempertimbangkan, namun untuk klaster baru kita tetap luncurkan terus di seluruh projek yang kita miliki di seluruh Indonesia,” sebut Budiarsa.

Periode stimulus cukup singkat

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Ciputra Residence Agussurja Widjaja menuturkan, kebijakan stimulus free PPN yang dikeluarkan Pemerintah cukup berdampak pada penjualan rumah-rumah ready stock yang dimiliki Ciputra Residence seperti Citra Raya Tangerang, Citra Maja Raya dan CitraSentul Raya. 

“Untuk perumahan CitraRaya dan CitraSentul Raya, unit-unit rumah dengan rentang Rp 500 Juta  sampai Rp2 miliar penjualannya masih terus bertumbuh. Nah, untuk perumahan Citra Maja Raya unit-unit rumah dibawah Rp500 juta sebenarnya malah terdampak. Tapi karena proyeknya populer, fasilitas dan proyek bagus serta saingannya juga tidak ada maka penjualannya masih tetap berkibar,” ucap Agussurja.

Baca Juga : Ciputra Development Kantongi Marketing Sales Rp3,8 Triliun Sepanjang Q-3 2020

Menurutnya, kebijakan yang dilakukan Pemerintah sudah sangat bagus karena banyak memberikan stimulus pada sektor properti. Hanya saja yang disayangkan waktu pemberlakuannya lumayan singkat sehingga terkesan tanggung dan tidak berdampak pada proyek rumah indent. “Bersama teman-teman developer kita sebetulnya sempat menghimbau kepada Pemerintah supaya kebijakan tersebut bisa diperpanjang dan berdampak pada rumah indent,” jelasnya.

Agussurja menuturkan, idealnya kebijakan stimulus tersebut berlaku selama 12 hingga 18 bulan supaya ada waktu untuk proses konstruksi. “Sebenarnya bisa dibagi mengenai durasi waktu tersebut, dibedakan antara transaksi dan delivery nya. Untuk transaksi misalnya satu tahun tapi delivery nya bisa lebih dari setahun karena pembangunan kan butuh waktu. Apalagi sekarang ini akan ada liburan lebaran, para tukang tidak ada. Karenanya mungkin harus ada pemisahan waktu tranksaksi yang diijinkan sama delivery yang diijinkan,” ungkapnya.

Agussurja menambahkan, yang paling dibutuhkan konsumen dan developer saat ini adalah kebijakan yang berhubungan dengan suku bunga, perpajakan serta perijinan. “Ini kebijakan klasik karena sejak dulu kebijakan ini yang konsumen dan developer inginkan,” pungkasnya.

Tags
#Ciputra #Berita Properti #properti #Ciputra Group