Putuskan Laba Ditahan, Intiland Kembali Tak Bagi Deviden

Putuskan Laba Ditahan, Intiland Kembali Tak Bagi Deviden
1Park Avenue (Intiland)

Jakarta, Properti Indonesia – Pengembang properti PT Intiland Development Tbk telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku 2020. Dalam hasil RUPST tersebut Perusahaan memutuskan untuk tidak membagikan dividen. 

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono mengungkapkan bahwa Pemegang Saham Perseroan telah menyetujui seluruh agenda yang dibahas di dalam RUPS. Salah satunya adalah persetujuan laporan tahunan dan pengesahan neraca dan perhitungan laba rugi perseroan tahun buku yang berakhir 31 Desember 2020.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham yang telah menyetujui seluruh agenda RUPS dan rencana-rencana strategis yang akan kami jalankan untuk meningkatkan nilai perusahaan,” ujar Archied dalam keterangannya, Selasa (22/6).

Lanjut Archied, dengan mempertimbangkan kondisi dan tantangan yang dihadapi perusahaan ke depan, Intiland mengalokasikan perolehan laba bersih sebesar Rp74,8 miliar sebagai laba ditahan dan cadangan wajib sebesar Rp2 miliar.

Sebelumnya pada tahun 2019, Perusahaan juga tidak membagikan dividen. Manajemen Perusahaan menjelaskan seluruh laba bersih yang diperoleh digunakan sebagai laba ditahan sebesar Rp249,4 miliar.

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 membawa dampak signifikan terhadap perekonomian secara luas, termasuk terhadap sektor properti nasional. Kondisi tersebut secara langsung menyebabkan penurunan kinerja usaha perseroan terutama diakibatkan anjloknya angka penjualan. Pasar properti mengalami kontraksi akibat turunnya permintaan dan pembelian properti dari masyarakat. Konsumen dan investor properti cenderung mengambil sikap untuk menunda pembelian dan menunggu terjadinya perubahan situasi.

“Prospek bisnis ke depan masih sangat menantang akibat melemahnya perekonomian dikarenakan pandemi Covid-19. Kami perlu mengambil langkah-langkah prioritas untuk menjaga roda operasional perusahaan terus berputar, menciptakan stabilitas keuangan, dan mendorong kinerja perusahaan,” imbuh Archied.

Pada tahun 2020, Perusahaan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp2,9 triliun atau naik tipis secara tahunan dari tahun 2019 sebesar Rp2,73 triliun. Intiland juga mencatat kenaikan beban pokok penjualan dan beban langsung sebesar Rp1,7 triliun sementara di tahun 2019 sebesar Rp1,6 triliun. Kemudian laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp76,78 miliar.

Sementara hingga kuartal I tahun 2021, Perusahaan mencatat marketing sales sebesar Rp310 miliar atau naik 166% dibandingkan kuartal I 2020. Jumlah tersebut belum termasuk kontribusi dari pendapatan berkelanjutan yang mencapai Rp176 milar yang berasal dari segmen properti investasi, seperti perkantoran sewa dan pengelolaan lapangan golf dan sarana olahraga.

“Penjualan dari segmen kawasan perumahan memberikan kontribusi terbesar senilai Rp222 miliar atau 71,5%. Sisanya berasal dari penjualan dari segmen kawasan industri dengan kontribusi sebesar 19,2% dan mixed-use hanya 9,4%,” ungkap Archied.

Adapun saat ini Intiland terus berupaya untuk menjaga kinerja usaha dan meningkatkan penjualan dengan berfokus pada pengembangan proyek-proyek berjalan, dan peningkatan penjualan dari inventori. Saat ini stok unit-unit yang siap huni dari Perusahaan yakni sejumlah proyek high rise seperti apartemen 1Park Avenue, Regatta, Graha Golf, Praxis, The Rosebay, Sumatra36 dan Aeropolis.

Perusahaan juga telah meluncurkan beberapa pengembangan baru di sejumlah proyek. Seperti peluncuran klaster DUO di Talaga Bestari, klaster Sierra di Serenia Hills, dan tiga klaster baru di perumahan Graha Natura Surabaya. Kemudian pengembangan kawasan mixed use terpadu Tierra di kota Surabaya yang baru dimulai dengan peluncuran produk komersial Tierra SOHO.

Tags
#Developer #Berita Properti #properti #intiland development