Jakarta, Properti Indonesia – PT PP (Persero) Tbk mempercepat progres pembangunan proyek Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dan Rumah Susun Pekerja Industri Batang I. Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja dewan komisaris dan direksi perseroan ke proyek tersebut.
Proyek pengembangan KIT Batang atau Grand Batang City dikelola oleh PT Kawasan Industri Terpadu Batang (PT KITB) yang tergabung dalam konsorsium anara PTPP dengan perusahaan BUMN dan Lembaga Pemerintahan. Pembangunan KIT Batang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Pemerintah untuk mendorong penguatan sektor industri di Indonesia.
Proyek KIT Batang atau Grand Batang City terletak di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah yang memiliki lahan seluas 4.300 hektar. Pembangunannya dibagi menjadi tiga klaster, yaitu klaster I seluas 3.100 hektar, kelaster II seluas 800 hektar, dan klaster III seluas 400 hektar.
Ke depannya, PT KITB kan mengembangkan Sumilir Business Complex yang merupakan klaster SFB Ekslusif yang berada di pusat Grand Batang City. Sumili Business Complex akan dibangun di lahan seluas 15,6 hektar dengan total luas bangunan 8,8 hektar. Bangunan pabrik siap pakai tersebut akan dibangun menggunakan desain modular yang memiliki 4 tipe, selain itu akan mengembangkan bangunan pengelola, masjid, dan area komersial.
“Kami sangat mengapresiasi bahwa proyek pengembangan KIT Batang yang dikelola oleh PT KITB ini memiliki progres yang berjalan dengan bak terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Kami mengharapkan proyek strategis tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana,” ujar Komisaris Utama dan Komisaris Independen PTPP, Andi Gani Nena Wea, dilansir dari Bursa Efek Indonesia, Senin (20/12).
Selain itu, proyek pembangunan Rumah Susun Pekerja Industri Batang I yang dimiliki oleh Kementerian PUPR juga dipercepat. PTPP berperan sebagai kontraktor utama dengan masa pembangunan 300 hari kalender.
Proyek rumah susun ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp125 miliar dengan target penyelesaian pembangunan di kuartal II 2022. Bangunan tersebut terdiri dari 4 tower yang dapat dihuni 252 orang. Sampai dengan minggu kedua Desember 2021, progres pembangunan telah mencapai 55,71 persen dimana lebih cepat 19,25 persen yang ditargetkan.