Jakarta, Properti Indonesia - Perusahaan BUMN PT PP (Persero) Tbk membangun proyek bangunan Bank Negara Indonesia (BNI) yang berlokasi di Pantai Indah Kapuk 2, ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Selasa (20/2).
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara BUMN dan private sector untuk pertumbuhan kota baru yang diharapkan dapat berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Nasional.
"Dalam hal ini pembangunan properti menjadi salah satu fondasi dalam pertumbuhan kota baru, terlebih pembangunan yang diusung juga mengedepankan konsep Green Building yang mendukung sustainability dan ESG dalam pembangunan," ujar Erick dalam keterbukaan informasi.
Proyek bangunan ini mengusung konsep Green Building. PT PP akan menargetkan untuk dapat meraih sertifikasi green building LEED untuk proses konstruksi yang nantinya Gedung BNI di kawasan PIK 2 ini akan menjadi gedung BUMN pertama di Indonesia yang mengimplementasikan green building dengan kualifikasi LEED Platinum Level.
"PTPP akan berkomitmen untuk mengirimkan tim terbaik agar Pembangunan Gedung BNI di Kawasan PIK 2 ini dapat selesai dengan kualitas terbaik, tepat waktu, zero accident serta tetap memperhatikan kaidah manajemen risiko dan selalu memperhatikan keberlangsungan lingkungan sekitar," jelas Direktur Utama PTPP Novel Arsyad
Proyek pembangunan gedung BNI di kawasan PIK 2 ini memiliki nilai kontrak senilai Rp 1,4 Triliun dengan masa pelaksanaan selama 17 Bulan dan merupakan proyek rancang bangun yang terdiri dari 3 bangunan utama yang akan berdiri di lahan seluas 10.218 m2.
Adapun lingkup pekerjaan yang akan dilakukan meliputi tahapan perencanaan, perizinan, pekerjaan struktur & arsitektur, MEP, interior & area publik, serta infrastruktur. Konsep desain bangunan gedung ini adalah Emerald atau Batu Permata yang memiliki makna mengelaborasikan identitas BNI yang dinamis, elegant, dan iconic. Nantinya gedung ini akan dilengkapi dengan Sky Bridge yang menghubungkan Gedung Office Tower dan Gedung Facility Tower.