Jakarta, Properti Indonesia - Produsen sepatu PT Sepatu Bata Tbk (BATA) diketahui mengalami penurunan kinerja operasional sehingga memerlukan strategi untuk memperkuat posisi keuangan. Salah satunya dengan penjualan aset berupa gedung perkantoran.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/3), manajemen BATA menjual gedung kantor pusat yakni Graha Bata di Jakarta Selatan senilai Rp64 miliar. Aset ini terdiri dari enam lantai dengan luas bangunan sebesar 4.239,43 m2 yang berdiri di atas lahan seluas 1.993 m2. Gedung ini berlokasi di Jalan T.B Simatupang Nomor 28 (Jalan R.A Kartini Kav 28), Jakarta Selatan.
Adapun pembeli gedung tersebut adalah PT Simatupang Jaya Realty (SJR). Manajemen BATA menjelaskan, penjualan ini ditujukan untuk memperkuat poisi keuangan perseroan dengan melunasi sebagian pinjaman berbunga dan mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan pengelolaan properti. Sehingga alokasi dana dari keuntungan perseroan dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.
"Penjualan aset ini bertujuan untuk efisiensi dan minimalisasi risiko atas aset yang kami nilai kurang produktif dan tidak memberikan kontribusi maksimal bagi Perseroan,” jelas Sekretaris Perusahaan PT Sepatu Bata Tbk, Hatta Tutuko dalam keterbukaan informasi.
Selanjutnya, transaksi ini juga dapat menjadi efisiensi bagi kinerja keuangan konsolidasian perseroan atas biaya pengelolaan dan perawatan serta beban depresiasi atas aset yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian perseroan pada masa yang akan datang.
Sebagai informasi, BATA mencatat rugi Rp80,44 miliar per 31 September 2023. Penjualan bersih selama sembilan bulan 2023 tercatat sebesar Rp488,47 miliar atau merosot dari periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp490,57 miliar.