Jakarta, Properti Indonesia – Indonesia mencatat rekor tahunan terkuat dalam 17 tahun terakhir pada kuartal II-2021. Hal ini dikarenakan perekonomi tumbuh 7,07% pada April dan Juni dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu. Ini merupakan ekspansi pertama dalam lima kuartal. Namun, meningkatnya kasus harian Covid-19 diikuti oleh penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM Level 4) di wilayah Jawa-Bali mulai Juli dinilai menghambat prospek untuk kuartal berikutnya.
Savills Indonesia dalam laporan terbaru mengatakan bahwa pasar perkantoran khususnya di wilayah CBD Jakarta mencatat sejumlah penyelesaian baru pada semester pertama di tengah aktvitas sewa yang lambat selama dua tahun terakhir akibat pandemi.
Ada dua proyek perkantoran baru yakni RDTX Place dan Trinity Tower (Daswin Office Project) yang baru saja selesai dan telah dibuka untuk penyewa. Keduanya berlokasi di kawasan Kuningan dan menyediakan sekitar 164.000 m2 pasokan. Sehingga total stok meningkat menjadi sekitar 6,84 juta m2.
Dari total persediaan di CBD, pasokan untuk Grade A mendominasi sekitar 40% diikuti oleh pasokan Premium Grade sekitar 24%. Sementara pasokan Grade C menyumbang sekitar 9% dari total stok. Di sisi permintaan, perusahaan e-commerce dan teknologi terus mendorong permintaan di kawasan CBD, di mana beberapa hari mereka mengambil kesempatan untuk mendapatkan sewa di gedung-gedung baru.
Selanjutnya, penyewa utama di bidang perbankan, minyak dan gas serta barang konsumsi dan perdagangan juga aktif mencari penawaran oportunistik di gedung baru dengan fasilitas lebih baik untuk kebutuhan ekspansi dan relokasi perusahaan di masa mendatang.
Secara keseluruhan, penyerapan bersih pada paruh pertama tahun 2021 mencapai sekitar 48.114 m2, peningkatan substansial dari semester sebelumnya didukung oleh pasokan tambahan selama periode tersebut. Kantor Grade A diserap sebagian besar permintaan bersih sekitar 80%, sedangkan bangunan kelas premium dan kelas B masing-masing menyerap sekitar 10% dari penerimaan bersih selama periode ini. Dengan lebih banyak pasokan tambahan dibandingkan dengan penerimaan bersih, naik menjadi sekitar 25,4% pada akhir semester I-2021.
Savills juga memprediksikan pasar perkantoran di CBD Jakarta akan menerima lebih dari 800 ribu meter persegi pasokan selama tiga tahun ke depan. Total 282.000 meter persegi akan memasuki pasar tahun ini, dan lebih dari 382.000 meter persegi di tahun depan.
“Banyak bangunan baru yang menawarkan kualitas yang jauh lebih baik dan paket sewa yang menarik, permintaan dari penyewa yang berkembang serta pertumbuhan e-commerce dan perusahaan teknologi yang mencari kantor di lokasi ini kemungkinan akan tumbuh juga,” tulis Director, Research & Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, dalam laporannya yang diterima Properti Indonesia, Kamis (26/8).
Savills berharap untuk melihat penawaran sewa yang menarik terus diberikan kepada pemilik tanah, terutama pemilik proyek baru yang mengisi gedung mereka. Dengan sebagian besar pasokan yang berasal dari bangunan kelas premium dan kelas A, calon penyewa akan mendapatkan keuntungan dari berbagai pilihan ruang berkualitas baik dengan harga sewa terjangkau.
“Kami berharap untuk melihat koreksi sewa lebih lanjut di semua kelas tahun ini, dan pada tahun 2022 rata-rata masing-masing sebesar -6% dan -4% per tahun. Sewa cenderung naik secara bertahap dari tahun 2023 dan seterusnya seiring dengan pertumbuhan hunian pasar,” tutur Anton.