Jakarta, Properti Indonesia - Sektor kondominium di Jakarta tercatat memiliki tambahan 6.222 unit stok baru di akhir semester akhir 2022. Hal ini menjadikan sektor kondominiun masih mengalami tantangan untuk terus bertahan, apalagi daya beli konsumen belum pulih. Jumlah tersebut juga belum termasuk unit-unit baru yang akan masuk ke pasar tahun 2023 ini.
Dalam laporan konsultan properti Knight Frank Indonesia, terdapat 232.976 unit total pasokan kondominium di Jakarta hingga akhir tahun lalu, dengan rata-rata penjualan masih tertekan sekitar 95,7 persen atau stok yang belum terjual sebanyak 9.934 unit.
"Secara umum kondisi penjualan masih relatif tertekan. Saya rasa efek domino dari pandemi dua tahun lalu masih terasa," ujar Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia dalam dalam Press Conference - Jakarta Property Highlight H2 2022, Kamis (23/2).
Kemudian, di tahun ini ada kurang lebih 11.959 unit pasokan kondominium baru di Jakarta yang akan masuk. Sehingga akumulasi stok ke depan, kondominium tahun ini akan mencapai 240.000 unit. Dalam tiga tahun ke depan hingga tahun 2026, pasokan baru akan bertambah sekitar 29.627 unit, dan di antaranya berstatus telah terjual atau pre-sales rate sekitar 64,2 persen.
Harga rata-rata unit kondominium unit eksisting saat ini sekirar Rp32,9 juta per meter persegi atau meningkat 0,9 persen dibandingkan semester pertama tahun 2022. Sementara harga unit baru sekitar Rp36,7 juta per meter persegi atau meningkat 0,4 persen dibandingkan semester sebelumnya.
Meski demikian, Knight Frank Indonesia juga mencatat adanya pertumbuhan penjualan mencapai 95,7 persen di semester II 2022. Hampir seluruh proyek kondominium baru di Jakarta telah menaikkan harga di akhir tahun lalu, kondisi ini diikuti dengan penguatan harga sebesar 0,9 persen pada unit eksisting.
Knight Frank juga mencatat bahwa dominasi dalam transaksi sektor kondominium berasal dari kelas menengah, yaitu sebesar 40 persen di semester kedua ini.
“Unit kondominium siap huni saat ini menjadi pilihan utama bagi para konsumen karena kepastian unit yang telah siap diserah-terimakan ke konsumen. Sementara itu, rerata penjualan stok baru mencapai 64,2%. Kami juga mencatat bahwa Jakarta Selatan masih menjadi area tangkapan terbesar pasar kondominium baru saat ini," jelas Syarifah.
Willson Kalip Country Head Knight Frank Indonesia juga menambahkan, walaupun pertumbuhan pasar kondominium masih perlahan, sektor ini memiliki resiliensi yang cukup tinggi. Transaksi segmen menengah terus mendominasi dalam 2-3 tahun terakhir.
"Ke depan, ceruk pasar ini perlu diantisipasi lebih baik dengan strategi digital marketing dan sistem pembayaran yang aksesibel disertai dorongan insentif," katanya.