Jakarta, Properti Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan Kawasan Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Penataan tersebut dilakukan untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.
Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.
"Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Minggu (20/8).
Penataan Kawasan Waterfront City pangururan dan Kawasan Tele sudah dimulai sejak September 2022 dengan biaya sebesar Rp161,5 miliar. Saat ini progres penataan sudah mencapai 47,49 persen dan target penyelesaian pada Oktober 2023.
Kawasan Waterfront City Pangururan berada di Kecamatan Pangururan dengan luas lahan yang ditata sekitar 6,4 hektar. Adapun lingkup pekerjaan penataan meliputi Zona Taman Pustaha, Zona Tanjung Horbo, Zona Aek Na Tio, Zona Taman Rohani, Zona Galeri Samosir dan Totem Dunia, dan Zona Pelataran Onan Baru.
Sedangkan Kawasan Tele terletak di Kecamatan Harian dengan luas lahan yang ditata sekitar 0,97 hektar, dengan lingkup pekerjaan penataan meliputi Skybridge dan Parkir, Resto Efrata, Skywalk, Plaza Tarombo, Revitalisasi Menara Pandang, dan Resto Pusuk Buhit.