Peluang Investasi Hunian Konsep TOD di Jakarta

Peluang Investasi Hunian Konsep TOD di Jakarta
LRT City Jakarta (ADCP)

Jakarta, Properti Indonesia – Hunian dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) saat ini menjadi daya tarik utama dari konsep high-rise residential. Hal ini karena tingginya harga rumah di pusat kota, sehingga hunian vertikal yang dekat dengan pusat transportasi massal seperti MRT, LRT, Commuter Line dan kereta cepat dapat menjadi sebuah solusi. 

TOD sendiri merupakan sebuah pembangunan mixed-use yang terdiri dari perkantoran, perumahan atau apartemen, ritel, hotel, dan sebagainya. Pembangunan properti berbasis konsep TOD ini dapat menjadi sebuah jawaban terhadap rendahnya permintaan unit apartemen saat ini.

Colliers Indonesia Head of Advisory Services, Monica Koesnovagril mengatakan bahwa konsep TOD sudah diimplementasikan oleh beberapa urban di Indonesia, termasuk Jakarta. Ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi permasalahan transportasi yang kerap dihadapi akibat penggunaan kendaraan pribadi yang tinggi.

“Untuk mengurangi hal tersebut, TOD menyediakan fasilitas perumahan, komersial, dan hiburan yang berdekatan dengan pusat transportasi, dengan harapan meningkatnya penggunaan transportasi umum,” ujar Monica dalam Market Insight: Peluang Investasi Transit Oriented Development (TOD) di DKI Jakarta, dikutip Sabtu (4/2).

Selain high-rise residential, penjualan perumahan yang tumbuh dengan stabil, ini juga mengindikasikan bahwa permintaan terhadap rumah terus mengalami pertumbuhan. Untuk dapat menarik minat investor terhadap TOD, terdapat beberapa isu yang perlu dijadikan sebagai pertimbangan. Antara lain, kemudiahan terhadap perizinan dan pendampingan, peningkatan intensitas nilai bangunan atau nilai tanah.

Selanjutnya, insentif berupa pengurangan nilai kewajiban daerah. Terakhir, kewajiban atau insentif bagi pengembang untuk mengembangkan perumahan bagi berbagai segmen pasar, tidak hanya bagi segmen pasar tertentu.

Berdasarkan observasi Colliers, pekerja muda terutama di kisaran umur 30-35 tahun pada umumnya mencari rumah atau unit perumahan dengan harga berkisar antara Rp800 juta hingga Rp1,5 miliar. Adapun potensial calon pembeli rumah pertama berasal dari pendapatan kelas menengah, dengan sekitar Rp8-20 juta per bulan. Belum terakomodirnya subsidi perumahan dan kemampuan membeli rumah terutama di tengah kota dinilai masih rendah. Kelompok ini biasanya cenderung memilih rumah di pinggiran kota.

“Mempertimbangkan performa pasar properti saat ini, potensi terhadap permintaan, umumnya datang dari komponen perumahan yang difasilitasi oleh komponen ritel. Selain itu, perusahaan swasta dapat terlibat di proyek TOD dengan memanfaatkan aset milik pemerintah atau pemerintah daerah,” jelas Monica.

Tags
#hunian #apartemen #Berita Properti #TOD #properti #perumahan