Pasokan Ritel Baru Bertambah 161 Ribu Meter Persegi di 2024

Pasokan Ritel Baru Bertambah 161 Ribu Meter Persegi di 2024
Kegiatan di pusat perbelanjaan (Properti Indonesia)

Jakarta, Properti Indonesia - Sektor ritel atau pusat perbelanjan di kuartal IV 2023 tercatat tidak ada penambahan mall baru, sehingga pasokan kumulatif tetap di posisi 3,47 juta per meter persegi. 

Associate Director Divisi Research & Consultancy PT Leads Property Services Indonesia, Martin Samuel Hutapea mengatakan, hal tersebut disebabkan rendahnya pertumbuhan pasokan di Jakarta moratorium sejak 2011 lalu, keterbatasan lahan dengan luas yang besar serta mahalnya nilai lahan komersial di Jakarta yang tidak begitu menarik bagi investor. 

"Namun, di tahun depan akan terdapat beberapa pasokan baru dengan total luas ruang ritel 161.725 meter persegi," ujar Martin dalam laporan Jakarta Property Market Insight Q4 2023, Kamis (11/1). 

Meski pasokan rendah, terdapat permintaan ruang ritel di Jakata pada kuartal IV 2023 sebesar 7.318 m2. Tren permintaan kecenderungannya berasal dari replacement dari tenant sebelumnya yang sempat tutup karena tidak bisa bertahan hingga saat ini. Namun ada beberapa retailer yang ekspansi tapi tidak besar luasannya. Sementara tipe tenant masih didominasi oleh makanan-minuman produk-produk busana dan sepatu olahraga, serta busana anak-anak. 

"Tingkat hunian bergerak sedikit ke angka 90,4 persen atau meningkat sebesar 0,21 poin. Dengan kata lain, sektor ini berhasil mencapai angka sebelum pandemi yaitu di kisaran 90%-an. Namun seiring dengan pasokan baru di tahun 2024, Tingkat hunian diprediksikan akan tertekan bila pasokan baru tersebut benar- benar beroperasi," jelas Martin. 

Dari segi harga sewa dasar hanya bergerak ke angka Rp440.000 per m2 pada kuartal IV 2023, atau relatif stabil dari kuartal sebelumnya. Secara spesifik, harga sewa dasar di CBD mencapai Rp 578.500 per m2 per bulan dan untuk luar-CBD sebesar Rp 381.800 per m2 per bulan.

"Harga sewa akan tetap kompetitif khususnya bagi mal-mal dengan tingkat kekosongan ruang yang tinggi. Namun, mal dengan tingkat hunian tinggi akan memiliki daya tawar yang kuat dan lebih berpotensi meningkatkan harga sewa. Secara paralel, trend perkembangan ritel akan bergeser ke Bodetabek untuk melayani penduduk di kawasan- kawasan perumahan atau township," katanya. 

Tags
#Pusat Belanja #Berita Properti #properti