Okupansi Hotel Libur Lebaran 2024 Dipastikan Melonjak

Okupansi Hotel Libur Lebaran 2024 Dipastikan Melonjak
Hotel The 101 Jogjakarta (Tripadvisor)

Jakarta, Properti Indonesia - Momen puasa Ramadan yang diperkirakan jatuh pada tanggal 11 Maret hingga 9 April 2024 diproyeksi akan menjadi salah satu faktor terjadinya penurunan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Hal ini secara tidak langsung turut berdampak pada penurunan tingkat hunian atau okupansi kamar hotel

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Nia Niscaya, mengatakan bahwa penurunan wisatawan nusantara saat bulan puasa merupakan hal yang biasa khususnya di kota besar seperti Jakarta.

"Namun, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Hariyadi Sukamdani, justru memperkirakan okupansi hotel saat libur Lebaran 2024 akan melonjak tinggi. Perkiraan ini didasari oleh kondisi perhotelan secara keseluruhan di Indonesia pada tahun 2024 semakin baik," ujar Nia dalam The Weekly Brief with Sandi Uno, siaran live Youtube Kemenparekraf, Senin (4/3).

Dirinya menyebutkan berkaca dari okupansi hotel saat jelang Lebaran dan saat Lebaran tahun 2023, PHRI mencatat okupansi di hotel kota tujuan wisata favorit itu sudah lebih dari 70 persen. Beberapa destinasi wisata favorit yang juga banyak dikunjungi pemudik, seperti Jogja, Malang, Cirebon.

"Sementara Jakarta di libur Lebaran 2023 PHRI mencatat tidak ada peningkatan okupansi hotel. Ini biasa karena wisatawan nusantara mudik ke luar Jakarta," imbuh Nia.

Menurutnya, di saat kondisi low season seperti ini dapat dimanfaatkan para pengelola hotel dengan memberikan promo atau diskon untuk menarik pengunjung agar menginap di hotel.

"Mau tidak mau kamar ini kan tetap dibersihkan hotel juga tetap buka, karyawan juga harus digaji. Perlu adanya daya tarik supaya orang mau dengan harga yang fleksibel di saat-saat seperti ini," katanya.

Nia berharap di bulan Ramadan ini orang-orang dapat melakukan aktivitas yang berbeda. Seperti iftar atau buka puasa bersama, shalat tarawih bersama dan sahur bersama di hotel. Hal ini juga menjadi suatu peluang yang bisa ditawarkan oleh pengelola hotel. Apalagi biasanya orang-orang sudah terlebih dahulu booking hotel untuk Lebaran dari jauh hari.

"Karena hotel itu punya tempat yang besar, sehingga orang bisa bersama dengan kepentingan yang sama. Tentunya promosi dan bisa menyasar segmen-segmen khusus," jelasnya. 

Tags
#Hotel #Berita Properti #properti