Jakarta, Properti Indonesia - Tingkat hunian atau okupansi hotel dan penginapan di Bali mencapai 80 persen pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic Island States (AIS) Forum (KTT AIS FORUM) yang berlangsung pada 10-11 Oktober 2023.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa sebagian hotel diisi oleh delegasi KTT AIS Forum 2023 yang sudah datang ke Bali sejak sepekan lalu.
"Sampai sepekan ke depan tingkat hunian hotel diperkirakan bakal di angka maksimal, terhitung sejak acara pembukaannya," ujar Sandiaga dalam siaran The Weekly Brief With Sandi Uno, Senin (9/10).
AIS Forum merupakan wadah kerja sama antar negara pulau dan kepulauan yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi mengatasi masalah global, seperti mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi biru, penanganan sampah plastik di laut, dan tata kelola maritim.
Sebanyak 21 pimpinan negara-negara pulau dan kepulauan hadir dalam acara yang digelar di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Terdapat 19 pimpinan negara kepulauan, di antaranya adalah Bahrain, Marshall Island, Tuvalu, Niue, Maldives, Malta, Saint Lucia, Jepang, United Kingdom, Irlandia, New Zealand, Philipina, Cyprus, Fiji, Cabo Verde, Madagaskar, Mikronesia, Suriname, dan Samoa. Sedangkan organisasi internasional yang akan hadir antara lain Pasific Island Forum (PIF) dan Melanesian Spearhead Group.
Kemenparekraf bersama Pemerintah Provinsi Bali juga telah menyiapkan berbagai hal untuk menyambut kunjungan tamu dan delegasi KTT AIS Forum. Mulai dari penginapan, objek wisata pantai, seni dan budaya, kuliner hingga transportasi. Sandiaa juga memprediksi ada beberapa tamu delegasi yang masih berada di Bali setelah forum selesai.
"Terlepas dari event sebagai negara tujuan wisata, ya, kita beri tamu kita kenyamanan, dalam hal ini Bali Selatan akan jadi tempat favorit untuk berwisata," imbuh Sandiaga.
Kondisi perhotelan di Bali secara konsisten berada dalam tren yang meningkat, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya arus wisatawan baik internasional maupun domestik. Berdasarkan laporan Colliers Indonesia, menuju kuartal keempat tahun ini, kinerja hotel di Bali diperkirakan tetap stabil dan berpotensi mengalami pertumbuhan.
Selain itu, tren pariwisata domestik dan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) mulai meningkat. Tren ini dimulai sejak masa pandemi ketika hottel bintang lima, yang biasanya berlokasi di daerah yang jarang dikunjungi wisatawan domestik seperti Ubud, Nusa Dua, dan Canggu mulai menawarkan diskon hingga 50 persen.
Perkembangan ini telah menarik minat yang besar, karena memungkinkan para tamu untuk merasakan pengalaman menginap di hotel bintang 5 dengan suasana yang segar dan tidak konvensional.
Oleh karena itu, sebagian besar tamu kemudian kembali ke wilayah tersebut dan terus memilih akomodasi bintang 5. Selain wisatawan, Bali juga semakin menjadi pusat kegiatan MICE. Khususnya kawasan Nusa Dua sering menjadi tuan rumah acara-acara yang berhubungan dengan pemerintahan.