Jakarta, Properti Indonesia - Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut dua (2), Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tercatat memperoleh suara terbanyak dalam hitung cepat (quick count) sementara dari sejumlah lembaga survei dan rekapitulasi suara (real count) Pilpres 2024 yang dilakukan KPU.
Rata-rata survei menunjukkan angka sekitar 55% - 58%, mengungguli dua pasangan capres dan cawapres lainnya yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Apabila hasil survei suara stabil dan tidak berubah, pasangan Koalisi Indonesia Maju (KIM) ini berpotensi menjadi pemenang Pilpres 2024.
Jika benar terpilih, terdapat sejumlah janji-janji Prabowo-Gibran saat kampanye yang harus dijalankan. Salah satunya adalah janji di bidang perumahan rakyat. Dalam janji tersebut diantaranya adalah akan membangun sebanyak 3 juta rumah bagi rakyat yang belum memiliki tempat tinggal rumah. Program ini merupakan bagian dari strategi transformasi bangsa yang bertujuan memperbaiki kualitas hidup seluruh rakyat Indonesia.
Pembangunan 3 juta rumah tersebut terbagi masing-masing sebanyak 1 juta rumah di pedesaan, pesisir dan perkotaan. Selain itu, Prabowo-Gibran juga menargetkan renovasi atau menjamin pembangunan rumah sebanyak 25 rumah per desa per tahunnya, atau total sebanyak 2 juta rumah.
Kemudian pembangunan di perkotaan sebanyak 500 ribu rumah tapak dan 500 ribu hunian vertikal atau rumah susun milik (rusunami)/rumah susun sewa (rusunawa). Sehingga target pembangunan atau renovasi rumah ini mencapai 3 juga unit hunian.
Janji selanjutnya adalah untuk mengatasi backlog kepemilikan rumah yang hingga saat ini menjadi salah satu permasalahan di sektor perumahan. Sebagai informasi, jumlah backlog di Indonesia hingga tahun 2023 berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) masih di angka 12,7 juta.
Dalam mengatasi masalah backlog tersebut, maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp101 triliun per tahun, hal tersebut berdasarkan keterangan Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Panangian Simanungkalit.
Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Joko Suranto juga menyampaikan apresiasi program perumahan dari Prabowo-Gibran. Menurutnya, target pembangunan rumah sebanyak 3 juta tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menuntaskan backlog perumahan. Backlog perumahan ini tentu akan bertambah setiap tahunnya.
Jika program tersebut dijalankan secara konsisten, maka di 2029 jumlah backlog dapat dikelola dan ditangani. Lanjutnya, pihak REI juga berkomitmen untuk mendukung program perumahan yang dijalankan pemerintah saat ini dan pemerintah mendatang, karena searah dengan tujuan REI dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan rumah berkualitas yang layak huni.
Terakhir, Prabowo-Gibran akan menjamin ketersediaan rumah murah dengan sanitasi baik. Hal tersebut merupakan salah satu dari 17 program prioritas serta 8 program hasil terbaik cepat (best result fast) yang dilakukan Prabowo-Gibran periode 2024-2029.
"Program sektor perumahan adalah best result fast yang keempat yakni program infrastruktur desa dan kelurahan, bantuan langsung tunai, dan menjamin ketersediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan rumah khususnya kalangan milenial dan gen Z masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," jelas Panangian dalam keterangan resmi.