Jakarta, Properti Indonesia – Emiten properti PT Surya Semesta Internusa (SSIA) mencatat pra-penjualan (marketing sales) lahan seluas 7,5 hektar atau dengan nilai ASP US$123 per meter persegi. Dengan demikian, total nilai penjualan sebesar Rp129,2 miliar.
SSIA sendiri menetapkan target marketing sales pada tahun ini sebesar 20 hektar yang berasal dari Suryacipta City of Industry Karawang dan komitmen penjualan seluas 40 hektar dari pengembangan Subang Smartpolitan.
“Prospek pendapatan 2021 diperkirakan akan meningkat sekitar 15%. Target tersebut dapat terkena dampak jika Covid-19 bertambah buruk atau diperpanjang hingga 2021,” ujar VP Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa Erlin Budiman, di Bursa Efek Indonesia, Rabu (23/6).
Sepanjang tahun SSIA dihadapkan pada penundaan keputusan investasi akibat lockdown di beberapa negara. Namun, sektor kawasan industri mengantisipasi peningkatan minat dari sektor berbasis teknologi dan logistik dalam beberapa bulan mendatang.
Unit properti SSIA terdiri dari pendapatan kawasan industri, biaya pemeliharaan, sewa komersial, dan residensial meraih pendapatan sebesar Rp76,3 milar pada kuartal pertama 2021 atau turun 12,2% dari kuartal yang sama tahun 2020 sebesar Rp86,9 miliar.
Kemudian dari unit konstruksi pada kuartal pertama mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp342,0 miliar. Pendapatan ini turun 47,7% bila dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp653,4 miliar. Perseroan juga berhasil membukukan laba bersih Rp8,5 miliar dari Januari-Maret 2021 atau turun 69,8% dari laba bersih kuartal I 2020 sebesar Rp28 miliar.
Sementara dari unit bisnis perhotelan di Bali juga mengalami kinerja yang kurang bagus dengan tingkat hunian dan tarif kamar hotel di bawah rata-rata. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 miliar di kuartal pertama 2021 atau turun 78,5% dibandingkan kuartal pertama 2020 sebesar Rp142,9 miliar.