Jakarta, Properti Indonesia - Indonesia saat ini masih mengalami backlog atau kesenjangan total jumlah rumah terbangun dengan jumlah yang dibutuhkan masyarakat. Berdasarkan data Survei Sosio Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2023, angka backlog hunian di Indonesia mencapai 12,71 juta, di mana, 2,9 juta di antaranya tersebar di sejumlah daerah.
Kondisi ini lantas memotivasi banyak developer untuk berpartispasi membantu Pemerintah dalam pengadaan rumah layak huni dan berkualitas, salah satunya PT Sakura Sejahtera (SakuraLand) yang telah mengembangkan beberapa kawasan hunian di wilayah Jabodetabek.
SakuraLand adalah perusahaan pengembang perumahan yang berdiri sejak tahun 2010. Namun Cikal bakal Perusahaan ini telah hadir sejak tahun 1990 di kota Surabaya. Bermula dari kontraktor sipil, SakuraLand terus berkembang dengan membangun berbagai rumah tinggal, rumah toko, gudang, pabrik, dan gedung bank/instansi pemerintah.
“Kami memiliki pengalaman untuk membangun hunian berkualitas yang dibutuhkan pembeli dengan harga yang terjangkau,” tutur Randy, Marcomm SakuraLand dalam keterangannya, Rabu (8/5).
Randy menuturkan, SakuraLand mulai merambah bisnis pengembangan perumahan di tahun 2010 yang diawali dengan membangun perumahan mini cluster sebanyak 20 unit di Kota Bekasi.
Seiring berjalannya waktu, sebuy Randy, saat ini SakuraLand telah membangun beberapa proyek perumahan skala kecil dan menengah lainnya seperti di Bekasi, Garut, dan Sidoarjo. Segmen yang dilayani juga cukup beragam mulai dari Rumah Sederhana FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), Rumah Komersil Menengah, dan Rumah Toko. Beberapa perumahan tersebut adalah Villa Samudra Jaya, Green Sentosa Asri dan Bumi Malayu Regency," pungkas Randy.
Vila Samudra Jaya, misalnya. Dibangun di atas lahan seluas 7 hektar dan merangkum sebanyak 500 unit rumah. Kawasan ini selesai dibangun pada tahun 2018. Perumahan Green Sentosa Asri juga berdiri di atas lahan 7 hektar dan memiliki total hunian sebanyak 500 unit. Pembangunannya telah rampung pada 2022 lalu.
Berikutnya ada Bumi Malayu Regency yang menghimpun 350 unit rumah dan berdiri di atas lahan 5 hektar. “Semua hunian tersebut memiliki Fasos dan Fasum yang sama, yakni Masjid, lapangan olahraga, taman, pos security 24 Jam, jaringan listrik, PDAM, dan internet,” tandas Randy.
Proyek Hunian yang Sedang Dikerjakan
Saat ini SakuraLand sedang fokus menyelesaikan beberapa kawasan hunian, yang mencakup Green Babelan Asri (GBA) dan Green Pilar Asri (GPA). Green Babelan Asri memiliki luas lahan 21 hektar dengan total potensi hunian mencapai 2.000 unit. Saat ini sebanyak 800 unit sudah laku terjual dengan kisaran harga 300 - 700 juta Rupiah per unit.
Randy mengatakan, GBA memiliki surrounding area yang lengkap mulai dari mall, sekolah, waterpark, supermarket, SPBU, rumah sakit, hingga pasar.
“Untuk pembeli kami menawarkan free biaya KPR dan biaya surat-surat. Untuk Fasos dan Fasum tersedia lapangan olah raga, jogging track, sekolah TK-SD, Indomaret, street food, Masjid, pos security 24 jam, taman, jaringan listrik, PDAM, dan jaringan internet,” papar Randy.
Sementara itu, Green Pilar Asri (GPA) dibangun di atas tanah seluas 7 hektar. Lokasinya sangat strategis di Jalan Raya Utama Pilar Sukatani.
Total hunian yang bisa dibangun di GPA mencapai 500 unit. Dari jumlah tersebut sebanyak 250 unit sudah terjual. Harga satu unit rumah di GPA berkisar Rp500 - Rp900 juta.
Mangkualam Asri di Karawang Barat
Rencana pengembangan berikutnya dari SakuraLand adalah mengembangkan proyek Mangkualam Asri, hunian dengan harga subsidi. Kawasan hunian yang lokasinya sangat strategis ini, berlokasi Tunggak Jati, Karawang Barat, mengusung konsep hunian modern minimalis.
Berdiri di atas lahan 30 hektar rencananya akan dibangun sekitar 3.000 an unit rumah di Kawasan ini.
“Ada satu yang unik dari Mangkualam Asri, di kawasan ini akan dibangun Masjid yang terletak di tengah danau. Kawasan ini juga menyediakan sarana olahraga yang asri dan nyaman, serta taman hijau sepanjang 2 km. Rencananya di Mangkualam Asri akan terdiri dari beberapa tipe rumah”, tutup Randy.