Kawasan Jabodetabek akan Tambah Mall Baru di 2024

Kawasan Jabodetabek akan Tambah Mall Baru di 2024
Bintaro Xchange Mall

Jakarta, Properti Indonesia - Pusat perbelanjaan atau mal di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) akan memiliki tambahan pasokan baru di tahun 2024, setelah sebelumnya selama dua tahun terakhir tidak ada tambahan. Colliers Indonesia mengungkapkan, total pasok mal di Jakarta hingga kuartal IV 2023 mencapai 4,89 juta m2 sedangkan di Bodetabek sebanyak 3,00 juta m2.  

Di kawasan Bodetabek, Bintaro Xchange Mall 2 yang beroperasi pada kuartal IV 2023 ini menjadi tambahan pasok terakhir di tahun 2023. Penambahan pasok diperkirakan akan terjadi baik di Jakarta maupun Bodetabek dengan tambahan masing-masing sekitar 170.000 m2. 

"Sektor retail ini mulai mengalami masa pemulihan yang tercermin dari tingkat hunian sejak tahun 2019 hingga 2022 terpuruk sekitar 68 persen, kemudian di Jakarta naik ke 74,4 persen. Ini suatu indikasi bahwa retail secara umum sudah mulai bergerak," ujar Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam virual media briefing Q4 2023, Rabu (10/1). 

Lanjut Ferry, tingkat hunian atau okupansi mal di Jakarta saat ini telah mencapai 74,4 persen dan di Bodetabek mencapai 69,5 persen. Peningkatan okupansi mal di Jakarta terbagi menjadi dua segmen yaitu segmen menengah atas dan menengah bawah.

Terdapat perbedaan okoupansi di dua segmen ini, karena segmen menengah atas atau mal-mal premium di Jakarta memiliki tingkat hunian di atas 80 persen hingga 90 persen. Mal ini lebih up to date dengan kondisi atau dinamika yang terjadi di industri retail, sehingga dapat menarik pengunjung. Sementara untuk mal menengah bawah memiliki okupansi sekitar 50 persen hingga 60 persen, hal ini karena kesulitan untuk menarik pengunjung dari segi tenant, atau re-layout mall.

"Meskipun memiliki komitmen sewa yang cukup tinggi, beroperasinya mal baru di Bodetabek masih memberi tekanan kepada tingkat hunian karena belum semua toko atau gerai beroperasi," imbuh Ferry. 

Saat ini cukup banyak anchor tenant yang beroperasi untuk membantu peningktan tingkat hunian mal di Jakarta. Ada beberapa jenis penyewa atau riteler yang cukup ekspansif di kuartal ini, antara lain adalah fashion sport, multibrand, aksesoris, pastry/cakery atau F&B, serta mainan anak. Meski begitu, anchor tenant jenis entertainment/attraction akan lebih populer selain supermarket, sementara department store sudah mulai dikesampingkan. 

Dari segi tarif sewa, kemungkinan ada beberapa mal yang akan menyesuaikan tarifnya. Tahun ini diperkirakan akan naik meski tidak terlalu banyak. Rata-rata tarif sewa di kuartal IV 2023 di Jakarta yaitu Rp563.482 dan di Bodetabek sebesar Rp388.614. Biaya pemeliharaan di kuartal ini juga tercatat sebesar Rp153,519 untuk Jakarta dan Rp120.128 di Bodetabek. 

"Penyesuaian tarif sewa juga harus lebih hati-hati terutama bagi para penyewa yang terdampak isu geo-politik yang masih berlangsung," tutup Ferry.

Tags
#mall #Pusat Belanja #Berita Properti #properti