Jakarta, Properti Indonesia – Kawasan Industri Kendal tercatat telah mengantongi investasi sebesar Rp19,2 triliun dari 66 investor, dan menargetkan penambahan 14 investor baru yang masuk ke kawasan ini.
President Director and CEO Kawasan Industri Kendal, Stanley Ang mengatakan bahwa investor terbanyak dari dalam negeri sekitar 49%, kemudian dari China sebesar 40%, disusul Taiwan, Singapura, Hongkong, Korea Selatan, dan Malaysia.
“Sekitar 49% investor berasal dari Indonesia, lalu 40% didominasi China, Taiwan. Sisanya dari Singapura, Hongkong, Korea Selatan, dan Malaysia,” ujar Stanley, Selasa (6/4).
Adapun dari 66 investor tersebut, sekitar 16 penyewa telah memulai operasionalnya. Sementara 10 penyewa masih dalam tahap konstruksi. Para penyewa sebagian besar di dominasi pelaku industri fashion, elektronik, dan kemasan (packaging). Stanley juga memperkirakan hingga akhir tahun ada penambahan menjadi 80 penyewa.
Saat ini KIK tengah mengembangkan fase I sekitar 1.000 hektar, atau sebanyak 45% dari lahan yang dimiliki. Nantinya fase ini diperkirakan selesai dibangun pada tahun 2026 mendatang.
Kawasan Industri Kendal sendiri merupakan kawasan ekonomi khusus (KEK) di atas lahan seluas 2.200 hektar yang dikembangkan oleh perusahaan joint venture Sembcorp Development Ltd Singapura dengan PT Jababeka Tbk (KIJA). Tahun ini KIK menargetkan perolehan marketing sales akan tumbuh sekitar 4,5% hingga 5% dari tahun lalu. Adapun kinerja di tahun 2020 cukup bagus dengan perolehan marketing sales sekitar 80%.