Jakarta, Properti Indonesia – PT Jababeka Tbk (KIJA) membukukan total penjualan dan pendapatan konsolidasi sebesar Rp640,6 miliar selama kuartal pertama tahun 2021. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 35% jika dibandingkan pada kuartal pertama tahun 2020.
Pendapatan dari bisnis land development dan properti Perseroan tercatat mengalami peningkatan sebesar 116% menjadi Rp257,8 miliar di kuartal I 2021, dari Rp119,6 miliar pada periode yang sama tahun 2020. Peningkatan ini didapat dari penjualan kavling tanah yang melonjak dari Rp35,1 miliar di kuartal I 2020 menjadi Rp154,8 miliar di kuartal I 2021.
Kemudian pendapatan dari infrastruktur meningkat sebanyak 7% menjadi Rp357,6 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak Rp333,5 miliar. Semua segmen infrastruktur mengalami peningkatan pada kuartal pertama tahun ini, dimana kontributor utama berasal dari Bekasi Power yang memperoleh pendapatan sebesar Rp17,7 miliar karena pembangkit listrik beroperasi lebih banyak pada kuartal ini.
Selanjutnya, leisre & hospitality Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 22% menjadi Rp25,1 miliar. Peningkatan ini terjadi pada semua segmen pada pilar ini terutama dari golf dan pariwisata. Untuk segmen golf memberikan kontrbusi sebesar 65% .
Sementara pendapatan berulang (recurring revenue) dari pilar infrastruktur berkontribusi sebesar Rp56% terhadap total pendapatan di kuartal perama 2021, dibanding tahun 2020 pada kuartal yang sama mencapai 70%. Penurunan ini akibat adanya pningkatan kontribusi pendapatan dari segmen tanah dan properti yang lebih besar.
Perseroan juga mencatat laba kotor meningkat menjadi 47% atau Rp238,4 milar. Sementara marjin laba kotor konsolidasi Perseroan juga meningkat menjadi 37%. Serta rugi bersih tercatat sebesar Rp53,5 miliar, meningkat signifikan dibandingkan dengan rugi bersih kuartal pertama tahun sebelumnya mencapai Rp759,8 miliar.
Mengenai marekting sales Perseroan mencatat sebanyak Rp230,8 miliar pada kuartal ini. atau meningkat dua kali lipat pada tahun 2020 yang mencapai Rp110,5 miliar. Dari Cikarang berkontribusi sebanyak 89% sementara Kendal dan lainnya mencapai 11%. Penjualan industri mencapai 73%, segmen residensial/komersial dan lain-lain mencapai 27%. Perseroan juga menargetkan marketing sales tahun 2021 ditetapkan menjadi Rp1,4 triliun yang terdiri dari Rp1 triliun dari Cikarang, dan Rp400 mliar dari Kendal.