Jababeka Bukukan Pendapatan Rp2,72 Triliun Sepanjang Tahun 2022

Jababeka Bukukan Pendapatan Rp2,72 Triliun Sepanjang Tahun 2022
Cikarang Dry Port (Dok. PT Jababeka Tbk (KIJA))

Jakarta, Properti Indonesia – PT Jababeka Tbk (KIJA) membukukan pendapatan sebesar Rp2,72 triliun pada tahun 2022. Jumlah ini meningkat 9 persen dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp2,49 triliun. Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (25/3), Pilar Land Development & Property perseroan mencatat peningkatan sebesar 8 persen dari Rp1,27 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp1,37 triliun pada tahun 2022. 

Pendapatan tersebut didorong oleh peningkatan pada semua segmen, terutama penjualan tanah matang dari sebelumnya Rp736,8 miliar menjadi Rp780 miliar di 2022. Selain itu, penjualan tanah dan bangunan pabrik standar mengalami peningkatan pendapatan dari Rp77,3 miliar pada 2021 menjadi Rp111,6 miliar pada 2022. Serta pendapatan tanah dan rumah, ruko dan apartemen juga meningkat dari Rp404,4 miliar menjadi Rp423,5 miliar di tahun 2022.

Kemudian pendapatan dari pilar infrastruktur meningkat 9 persen dari Rp1,12 triliun di tahun 2021 menjadi Rp1,21 triliun di tahun 2022. Peningkatan kinerja pilar ini juga terjadi di semua sub segmen, yaitu dry port sebesar 19 persen, listrik dan jasa 9 persen, serta pemeliharaan (air, air limbah, dan pengelolaan kawasan) 2 persen.  

Selanjutnya, pendapatan berulang dari pilar infrastruktur berkontribusi 45 persen terhadap total pendapatan pada tahun 2022, sama dengan tahun 2021. Adapun pilar Leisure & Hospitality KIJA membukukan pendapatan sebesar 30 persen menjadi Rp122,6 miliar pada tahun 2022. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari vila dan pariwisata sebesar Rp9,2 miliar, golf sebesar Rp13,3 miliar, serta agribisnis dan konsultasi sebesar Rp6,7 miliar. Sub segmen golf masih menjadi penyumbang terbesar sekitar 62 persen.

KIJA mencatat laba bersih sebesar Rp41,0 miliar pada tahun 2022, dibandingkan dengan Rp87,6 miliar pada tahun 2021. Penurunan ini terjadi karena pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS selama tahun 2022. Akibatnya, perseroan mencatatkan rugi selisih kurs sebesar Rp404 miliar pada tahun 2022, dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar Rp77,7 miliar.

Sementara untuk target marketing sales KIJA di tahun 2023 ini sebesar Rp2 triliun, 16 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian tahun 2022 yang didukung oleh pipeline penjualan lahan industri di Cikarang dan Kendal. Sebesar Rp1 triliun dari target tersebut diharapkan berasal dari Cikarang & lainnya (tidak termasuk joint venture) yang terdiri dari Rp750 miliar dari tanah matang dan bangunan industri, serta Rp250 miliar dari properti residensial dan komersial di kawasan industri Cikarang dan lainnya.

Sisanya sebesar Rp1 triliun berasal dari perusahaan-perusahaan Joint Venture Perseroan, dimana Kendal merupakan kontributor terbesar dengan target marketing sales sebesar Rp800 miliar pada tahun 2023, dan Rp200 miliar dari proyek-proyek residensial atau komersial di Cikarang.

Baca Artikel Menarik Lainnya di Google News

Tags
#Jababeka #Berita Properti #real estate #properti #residensial #kawasan industri kendal #kawasan ekonomi khusus #kawasan industri #Bursa Efek Indonesia