Ini Lokasi Lahan Proyek Rusun DP 0 Rupiah Yang Diduga Bermasalah

Ini Lokasi Lahan Proyek Rusun DP 0 Rupiah Yang Diduga Bermasalah
20210314_135709.jpg
20210314_140322.jpg
20210314_140129.jpg
Lahan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur (Dok. Properti Indonesia)

Jakarta, Properti IndonesiaBeberapa waktu lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga adanya indikasi rasuah terkait pembelian tanah di beberapa lokasi di DKI Jakarta oleh salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PD Pembangunan Sarana Jaya. 

Pembelian tanah dilakukan untuk program Down Payment (DP) 0 rupiah berupa rumah susun yang rencananya akan diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Rencana ini sendiri termasuk dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2022. Salah satu lahan berada di Jalan Asri I dan Jalan Asri II, RT 05/RW 05 kawasan Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur seluas 41.921 meter persegi.

Dalam dugaan korupsi lahan tersebut, tiga orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan satu korporasi, antara lain Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles, Anja Runtuwene, dan Tommy Ardian. Sementara atas nama korporasi PT Adonara Propertindo sebagai penjual tanah. Adapun kerugian dalam kasus ini diduga mencapai Rp100 miliar, dari selisih harga tanah RP5,2 juta per meter persegi dengan total pembelian Rp217 miliar.

Akhir pekan lalu, Properti Indonesia coba menyambangi lokasi lahan yang dibeli dengan anggaran tahun 2019 tersebut. Dari segi akses lahan ini bisa dicapai melalui dua jalan yakni Jalan Asri I dan Jalan Asri II yang berdampingan dengan rumah-rumah warga. Lahan masih berupa kebun dengan banyak tanaman liar. Sementara di Jalan Asri II terdapat lapangan voli di dekat lahan tersebut.

lapangan voli di area lahan

Proyek DP Rp0 di Klapa Village dan Cilangkap

Selain di Munjul yang menjadi proyek rumah susun DP Rp0, yakni proyek Klapa Village di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Proyek ini berdiri di atas lahan kurang lebih 5.686 m2 dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk talangan uang muka maksimal 20 persen dari harga unit serta bantuan dana dari pemerintah pusat yang diluncurkan pada 18 Januari 2018 lalu.

Hingga saat ini Klapa Village baru hanya terealisasi 780 unit dari target menyediakan 300 ribu rumah selama lima tahun, dan saat ini hanya terjual sebanyak 681 unit. Adapun tipe unit yang ditawarkan pada rumah susun di Klapa Village yakni tipe studio dengan luas 21 m2, dan tipe 35 m2 terdiri dari dua kamar tidur.

Selain itu, proyek rumah susun Samawa di Cilangkap sudah dibangun sejak akhir tahun 2019 dan terdiri dari 24 lantai dengan total 800 unit, terdiri dari tipe studio dan tipe dua kamar.

Namun kedua proyek ini menurut keterangan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Senin (8/3) lalu, tidak mengganggu program Pemprov DKI Jakarta, atau program di Pembangunan Sarana Jaya yang termasuk dalam program rumah DP Rp0. Hal ini karena pengerjaan proyek dilakukan secara tim bukan perorangan.

 

 

 

 

Tags
#Berita Properti #properti #lahan