Jakarta, Properti Indonesia – Forbes telah merilis daftar terbaru 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2022. Dalam laporan Forbes, kekayaan kolektif dari 50 orang ini mencapai USD180 miliar atau setara dengan Rp2.808 tiliun. Jumlah ini meningkat 11 persen dari tahun lalu sebesar USD162 miliar atau sekitar 2.527 triliun.
Kekayaan dari para taipan ini dikontribusi oleh harga komoditas ekspor, dan perekonomian Indonesia yang meningkat menjadi 5,3 persen pada tahun 2022. Dari daftar orang-orang terkaya ini, di antaranya memiliki bisnis sektor properti di Indonesia. Berikut ini lima orang terkaya di Indonesia yang memiliki bisnis properti, dilansir dari Forbes.
R. Budi dan Michael Hartono
Hartono bersaudara, R. Budi dan Michael Hartono merupakan pendiri perusahaan rokok kretek Djarum dan memiliki bisnis properti seperti perkantoran dan hotel mewah di Jakarta, dan menjadi orang terkaya di Indonesia di urutan pertama dengan jumlah kekayaan mencapai USD47,7 miliar atau sekitar Rp744,12 triliun (kurs Rp15.600). Sebagai investasi terbesar mereka berasal dari Bank Central Asia (BCA). Sementara bisnis properti yang dikelola, antara lain Grand Indonesia, Hotel Kempinski, Menara BCA, World Trade Center (WTC), Mangga Dua, Mal Daan Mogot, Karawang Resinda, dan Padma Hotel Karawang.
Keluarga Widjaja
Keluarga Widjaja mewarisi sejumlah kekayaan dari bisnis Eka Tjipta Widjaja, dan menjadi urutan ke tiga orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai USD9,7 miliar atau sekitar Rp139,54 triliun. Perusahaan yang dipegang keluarga Widjaja yaitu Sinar Mas Group yang bergerak di bidang kertas, properti, jasa keuangan, kesehatan, agribisnis hingga telekomunikasi.
Salah satu pengembang properti oleh Sinar Mas yaitu PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang mengembangkan kawasan hunian terpadu dengan berbagai fasilitas dan infrastruktur di BSD City, Tangerang Selatan.
Mochtar Riady
Mochtar Riady dan keluarga berada di urutan ke 29 orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan mencapai USD1,45 miliar atau sekitar Rp22,72 triliun. Mochtar Riady adalah pendiri grup Lippo yang sekarang dijalankan oleh putranya, James dan Stephen. Saat ini, Grup Lippo mengembangkan berbagai proyek properti, seperti hunian, ritel, kesehatan.
Kemudian media dan pendidikan. Putranya, Stephen, menjalankan perusahaan properti di Singapura, OUE, yang pada Juli 2020 lalu menjual Menara Bank AS yang berada di pusat kota Los Angeles. Sementara cucunya, John Riady merupakan CEO dari PT Lippo Karawaci Tbk.
Keluarga Ciputra
Keluarga Ciputra berada di urutan ke 33 orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan mencapai USD1,23 miliar atau sekitar Rp19,27 triliun. Ciputra, pendiri perusahaan, adalah seorang arsitek yang mendirikan Grup Ciputra lebih dari tiga dekade lalu.
Saat ini Ciputra Development merupakan salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia dengan proyek tersebar di 71 kota. Kedua putra dan putrinya, Rina, Junita, Candra dan Cakra telah lama aktif dalam bisnis keluarga, dan kini menjalankan Grup Ciputra. Salah satu karya mendiang Ciputra adalah Museum Ciputra Artpreneur untuk memamerkan koleksi seninya di Jakarta pada tahun 2014 dan Ciputra Entrepreneurship.
Alexander Tedja
Alexander Tedja berada di urutan ke 47 orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan USD1 miliar atau sekitar Rp15,5 triliun. Alexander Tedja mendirikan perusahaan properti Pakuwon Jati pada tahun 1982 dan diperkenalkan pada publik pada 1989. Pakuwon Jati dikenal dengan pengembangan mixed-use yang menggabungkan kondominium, hotel, mal, dan pekantoran di Jakarta dan Surabaya.
Beberapa superblok yang sudah dikembangkan yaitu Superblok Tunjungan City dan Pakuwon City di Surabaya. Kemudian Superblok Gandaria City, Superblok Kota Kasablanka di Jakarta. Saat ini, Pakuwon Jati sedang mengembangkan banyak proyek baru untuk pulih dari perlambatan akibat pandemi Covid-19, salah satunya adalah Pakuwon Mall Bekasi yang dikembangkan dalam konsep superblok dan ditargetkan selesai tahun 2024.