Jakarta, Properti Indonesia - Konsultan Properti Savills Research & Consultancy melaporkan tentang tren data center di Indonesia dalam laporan riset terbarunya. Menurut Savills, Indonesia baru saja memasuki era baru pengembangan data center dimana permintaan struktural baik dari lokal dan internasional mulai bermunculan.
Selain pertumbuhan ekonomi digital, permintaan untuk data center juga didorong oleh kebijakan baru dan regulasi yang lebih baik. Sementara proyek data center sebagian besar masih terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek karena ketersediaan serat optik dan daya yang andal. Namun, banyak operator yang mulai berkembang dan mendorong pembangunan di kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Bandung, Pekanbaru dan Bali.
Adapun, kendala utama yang menghambat investasi pusat data di Indonesia, salah satunya adalah kurangnya infrastruktur jaringan dan pasokan listrik yang tidak stabil terutama di daerah pedesaan. Sehingga perkembangan sejauh ini terkonsentrasi hanya di kota-kota besar.
“Indonesia menargetkan untuk menangkap 40% dari ekonomi digital ASEAN pada tahun 2025, kami berharp dapat melihat lebih banyak perkembangan data center seiring dengan transformasi laju digital,” tulis Savills dalam laporannya yang dikutip pada Kamis, (23/9).
Ekspansi yang kuat di kelas aset ini telah menguntungkan sejumlah kawasan industri, karena pengembangan seperti proyek Amazon Web Services (AWS) dan Princeton Digital Group (PDG) telah terkonsentrasi di kawasan industri sekitar Jabodetabek. Sektor keuangan tetap menjadi pengguna terbesar karena peraturan membatasi data mereka ke penyimpanan lokal d Indonesia.
Savills memprediksi, dengan pertumbuhan ekonomi internet dan ekspansi yang pesat pada perusahaan e-commerce dan teknologi, pasar akan melihat lonjakan permintaan selama beberapa tahun ke depan.
Pure Data Center dan SpaceDC merupakan pemain internasional yang berjanji untuk berinvestasi di Indonesia. Selain itu, layanan cloud juga telah memilih Indonesia untuk investasi dalam fasilitas cloud hyperscale.
Forvinstance yang merupakan raksasa teknologi China Tencent baru-baru ini meluncurkan pusat data internet pertamanya di Indonesia. Sementara itu, Alibaba dan Google Cloud telah merencanakan meningkatkan operasi mereka saat ini. Amazon Web Services (AWS) juga akan meluncurkan data center di Jawa Barat pada tahun 2022.