Industri Properti Diprediksi Segera Membaik

Industri Properti Diprediksi Segera Membaik
Salah satu produk hunian landed di kawasan BSD City (Sinarmas Land)

Jakarta, Properti Indonesia Industri properti di Indonesia diperkirakan akan membaik pada pertengahan tahun ini. Salah satu indikatornya adalah vaksinasi Covid-19 yang telah berjalan. Demikian disampaikan Managing Director Strategic Business & Services Sinarmas Land Alim Gunadi dalam webinar AREBI yang mengusung tema; Kapan Properti Booming Kembali, Rabu (10/2).

“Sekarang vaksin ini menjadi game changer dan diharapkan sukses. Dengan demikian akan banyak industri properti yang win dan kuat sehingga dapat tumbuh. Kemudian pendapatan naik sehingga ada daya beli,” ujar Alim.

Selain vaksin, menurut Alim adanya Undang-undang Cipta Kerja dan produk turunannya juga menjadi indikator positif.Sebab, hal tersebut menimbulkan banyak ekspetasi seperti masalah kepemilikan asing dan beberapa regulasi yang bisa dibuat lebih landai. Sehingga apakah nanti undang-undang tersebut dapat membantu pertumbuhan industri properti untuk lebih cepat naik.

“Kemudian ada juga low interest rate yang pernah kita alami selama satu dekade terakhir. CIMB Niaga telah mengeluarkan rate di bawah 4%, jadi bisa bayangkan bagaimana bank juga mempunyai satu concern terhadap market dengan cara menurunkan rate sedemikian rendah dan bisa mendorong kondisi market secara keseluruhan,” ungkapnya.

Alim juga mengatakan selain kondisi tersebut, ada juga komitmen dari pemerintah untuk terus membangun proyek infrastruktur termasuk jalan tol.

“Pemeritah berkomitmen untuk terus membangun 201 proyek termasuk jalan tol untuk mendorong akses yang bagus. Di BSD City akan menyelesaikan ruas tol baru yaitu tol Serpong-Balaraja yang akan beroperasi di kuartal IV-2021,” kata Alim.

Tren rumah tapak akan positif

Alim menambahkan, pilihan properti untuk rumah tapak (landed) akan menjadi favorit tahun ini. Rumah tapak, sebut Alim, menjadi kebutuhan dasar terutama di masa pandemi. Sebab, orang-orang lebih menginginkan hunian yang dapat menunjang kegiatan, space, dan privasi.

“Sehingga kita melihat trennya tumbuh dan juga banyak yang mencari rumah, terutama keluarga rumah yang mempunyai kebutuhan dan finansial untuk bisa membeli,” lanjutnya.

Tak heran, tren pencarian rumah tapak selama pandemi ikut naik termasuk primer maupun sekunder, dengan persentase primer rata-rata di atas 50%. Hal ini termasuk anomali karena kondisi yang di luar dugaan orang-orang tetap mencari rumah.

Sementara itu, kisaran harga rumah tapak yang paling dicari, khususnya di kawasan BSD City antara Rp500 juta hingga Rp2 miliar. Bahkan harga tersebut menjadi objek pencarian yang banyak diserap oleh market perusahaan Sinarmas Land di tahun 2020.

“Secara tren dari tahun 2018 hingga 2020 di BSD City tumbuh untuk rumah-rumah di bawah harga Rp1,5 miliar dan didominasi rumah desain milenial. Kita lihat market di sini gemuk, kita coba berinovasi untuk menawarkan produk milenial. Dengan permintaan cukup bagus dari 70% di 2019 menjadi 89% di 2020,” jelas Alim.

Meski begitu pasar untuk tempat tinggal vertikal seperti apartemen juga dipastikan bisa tumbuh apabila dibangun dekat area CBD dan TOD tergantung dari perspektif market.

 

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #Bisnis Properti #Investasi Properti #properti #Sinar Mas Land