Harga Apartemen di Korea Selatan Turun 1,20 Persen

Harga Apartemen di Korea Selatan Turun 1,20 Persen
The Banpo Acroriver Park Apartment (Sumber: koreaherald.com)

Jakarta, Properti Indonesia - Harga perumahan di Kora Selatan tercatat menurun tajam selama 19 tahun terakhir, khususnya di bulan Oktober 2022 lalu. Hal ini membuat Bank Sentral Korea Selatan akan memperlambat laju kenaikan suku bunga dalam beberapa minggu mendatang. 

Dilansir dari Reuters, Rabu (16/11), harga apartemen di Korea Selatan menurun selama Oktober sebesar 1,20 persen dari bulan sebelumnya. Menurut Dewan Real Estate Korea, penurunan ini adalah yang terbesar sejak November 2003. 

Penurunan harga ini terjadi karena kenaikan suku bunga hipotek yang terus mengurangi permintaan. Seperti di Seoul, ibu kota Korea Selatan, harga apartemen turun sebesar 1,24 persen sejak Desember 2008. Penurunan harga tersebut memperpanjang kerugian selama sembilan bulan berturut-turut. Selama lima tahun terakhir, harga rumah tapak di Seoul juga meningkat lebih dari dua kali lipat. 

Indeks nasional menunjukkan harga transaksi apartemen juga menurun sebesar 7,13 persen selama periode Januar-September 2022, terbesar sejak tahun 2006.

Bank Korea juga memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 24 November, setelah memberikan total 250 basis poin sejak Agustus 2021 untuk menahan inflasi. Meningkatnya biaya hidup di Korea Selatan telah mengikis pendapatan rumah tangga dan menggelapkan prospek konsumsi di ekonomi terbesar keempat di Asia ini. Di mana pengeluaran swasta menyumbang sekitar setengah dari produk domestik bruto. 

Analisis memperkirakan hanya satu atau dua kenaikan suku bunga oleh Bank of Korea untuk sisa tahun ini dan 2023 untuk membawa terminal rate menjadi 3,25 persen atau 3,50 persen. Citi dan Morgan Stanley mengatakan, kemungkinan siklus pengetatan oleh Bank Korea saat ini berakhir di angka 3,25 persen dalam seminggu terakhir karena meningkatnya tantangan pertumbuhan dan kekhawatiran tentang krisis kredit jangka pendek di pasar uang. 

"Secara historis, pasar properti telah menjadi salah satu variabel terpenting bagi kebijakan moneter di Korea Selatan, karena erat kaitannya dengan utang rumah tangga negara, yang merupakan rasio tertinggi di dunia terhadap PDB," ujar Moon Hong-cheol, ekonom di DB Financial Investment. 

 

Tags
#rumah #apartemen #Berita Properti #properti #Sektor Properti