Jakarta, Properti Indonesia – Developer PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mencatat pendapatan sebesar Rp191,41 miliar hingga akhir Maret 2021. Pencapaian tersebut lebih rendah dari periode yang sama di tahun 2020 sebesar Rp261,68 miliar, berdasarkan data laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia, Selasa (25/5).
Adapun laba bruto yang diraih Perseroan juga ikut menurun menjadi Rp105,49 dari laba bruto sebelumnya mencapai Rp143,75 miliar. Kemudian laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp50,75 miliar atau turun dari Rp59,88 miliar.
Perseroan juga mencatat aset hingga 31 Maret 2021 mencapai Rp5,92 triliun, kurang lebih sama dengan jumlah aset pada periode 31 Desember 2020 sebesar Rp5,93 triliun.
Turunnya pendapatan ini tidak lain dari dampak Pandemi Covid-19. “Pandemi ini juga berimbas pada kegiatan bisnis dan perekonomian Grup yang menyebabkan penurunan pada pendapatan bersih dan hasil usaha Grup untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020,” tulis Perseroan dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (25/5).
Strategi Perseroan untuk menangani dampak Covid-19 saat ini diantaranya, menjaga ketersediaan arus kas agar cukup membiayai kebutuhan operasional perusahaan dan membayar kewajiban pinjaman Bank sampai akhir tahun. Termasuk, menunda pengembangan proyek baru seperti Theme Park Cibitung, proyek hotel di Lampung sertagedung perkantoran di Cawang.