Jakarta, Properti Indonesia – Pengembang properti PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) menggelar Public Expose tahunannya pada Kamis, 19 Juni 2025, di Jakarta. Dalam forum terbuka tersebut, manajemen memaparkan kinerja impresif sepanjang 2024 sekaligus menguraikan arah strategis dan target pertumbuhan perusahaan untuk tahun 2025.
INPP, yang dikenal publik dengan branding Paradise Indonesia, membukukan pendapatan bersih sebesar Rp1,31 triliun tahun lalu, naik signifikan dari Rp1,11 triliun pada 2023. Capaian tersebut ditopang oleh tiga pilar utama bisnis yakni penjualan properti (Rp232 miliar), pendapatan komersial (Rp497 miliar), serta kontribusi tertinggi dari segmen perhotelan sebesar Rp580 miliar.
Kinerja keuangan yang solid turut mendorong laba bersih perusahaan melesat menjadi Rp418 miliar, tumbuh 126 persen dibanding tahun sebelumnya. Margin laba bersih mencapai 32 persen, mencerminkan efisiensi pengelolaan operasional dan perbaikan struktur biaya yang konsisten.
Direktur Utama PT Indonesian Paradise Property Tbk, Anthony Prabowo Susilo, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi titik balik strategis bagi perusahaan untuk tumbuh lebih agresif dengan tetap menjaga keberlanjutan bisnis. “Kami sangat optimistis menatap tahun 2025. Dengan landasan keuangan yang sehat dan pipeline proyek yang kuat, kami siap memperluas skala bisnis dan memperkuat posisi sebagai pemimpin di sektor properti gaya hidup Indonesia,” ujarnya.
INPP menargetkan pertumbuhan pendapatan berulang (recurring income) sebesar 10–20 persen pada 2025. Optimisme tersebut sejalan dengan tren pemulihan sektor pariwisata, serta meningkatnya kebutuhan akan ruang usaha dan kawasan gaya hidup di pusat-pusat kota.
Beberapa proyek strategis yang akan menopang pertumbuhan tahun ini antara lain serah terima Tower 1 Antasari Place di Jakarta yang diiringi peluncuran serviced apartment dan retail space. Di Bandung, proyek 23 Paskal Extension ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini. Sedangkan pembangunan 23 Semarang Shopping Center terus berprogres dan ditargetkan selesai pada 2026.
Anthony menambahkan, ekspansi juga akan diarahkan ke kota-kota sekunder dengan potensi pertumbuhan tinggi. “Kami mengusung konsep lifestyle destination yang tidak hanya menjawab kebutuhan pasar urban, tetapi juga membentuk ekosistem yang hidup dan bernilai tambah jangka panjang,” jelasnya.
Dengan kinerja keuangan yang solid, strategi ekspansi yang terarah, serta rekam jejak pengelolaan properti dan hospitality yang terbukti sukses, Paradise Indonesia melangkah penuh keyakinan di tahun 2025 untuk memperkuat eksistensinya sebagai pelaku utama di industri properti dan hospitality nasional.