Jakarta, Properti Indonesia - Menjelang awal tahun 2024, terdapat 8 emiten baru yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Adapun, kedelapan calon emiten tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari bisnis kontraktor, energi, tambang, industri bahan baku makanan dan minuman, hingga perhotelan dan restoran. BEI mencatat total jumlah emisi dan dana dari 8 IPO tersebut sebesar Rp1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun.
Salah satu perusahaan perhotelan dan restoran yang akan IPO tersebut adalah PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH). GRPH merupakan perusahaan di bidang hotel bintang, restoran dan MICE, yang akan melepas saham sebanyak 200 juta saham atau setara dengan 20 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga yang ditawarkan sekitar Rp100-Rp105 per saham sehingga perusahaan nantinya akan menapatkan dana segar maksimal Rp21 miliar.
Penggunaan dana hasil IPO sekitar 48,76 persen akan digunakan untuk peningkatan sarana hotel, kemudian 4,13 persen untuk pembuatan empat gerai perabotan dan restoran cepat saji, 3,36 persen untuk biaya sewa empat lokasi gerai, dan sisanya untuk modal kerja perusahaan. Rencananya GRPH akan IPO pada 18 Januari 2024 dengan penjamin emisi yang akan membantu yakni Elit Sukses Sekuritas.
Dilansir dari laman resmi GRPH, perusahaan ini pertama kali didirikan pada tahun 2010 yang berbasis di Kota Kudus, Jawa Tengah, dengan hotel yang dioperasikan yaitu Hotel Griptha. Namun, perusahaan baru memulai aktivitas operasional di tahun 2015 dan sampai saat ini telah memiliki 138 kamar serta fasilit hotel seperti 7 ruang pertemuan, 1 ballroom, tempat ibadah, kolam renang, fitness center, restoran dan kafe. Kedepannya, GRPH akan mengembangkan jaringan hotel ke seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, Hotel Griptha Kudus merupakan hotel bintang 3 yang berlokasi di Jalan AKBPAgil Kusumadya No.100, Jatimakmur, Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Lokasinya dari pusat kota sekitar 10 menit dan 50 menit untuk menuju Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Fasilitas lainnya yang tersedia adalah restoran The Flamingoooooal’e Restaurant dan Teman Canda Cafe. Sementara kamar yang disediakan yaitu Tipe Deluxe, Business Class, dan Suite.
Untuk Tipe Deluxe, memiliki pilihan tipe kasur King dan kasur Twin, dengan ukuran kamar 22 m2 dan jumlah kamar sebanyak 118 kamar. Business Class memiliki ukuran kamar 44 m2 dengan 2 single bed, serta total 12 kamar. Terakhir, tipe Suite memiliki luas 44 m2 terdiri dari 1 king size bed, dan hanya da 8 kamar. Adapun tarif menginap di hotel berdasarkan situs akomodasi penginapan mulai dari Rp488 ribu per malam.