Jakarta, Properti Indonesia – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Related Busines (JMRB) melakukan kerja sama dengan MNC Group untuk pengembangan bisnis di tengah pandemi Covid-19.
Kerja sama ini dilakukan bersama PT Bank MNC Internasional Tbk, PT MNC Kapital Indonesia Tbk, PT MNC Vision Networks Tbk, dan PT MNC Land Tbk. Kerja sama ini meliputi bisnis layanan digital banking, pengembangan ekosistem cashless, distribusi konten digital untuk para tenant rest area yang dikelola PT JMRB, dan pengembangan properti.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, MNC Group telah merencanakan berbagai kolaborasi inovatif yang bertujuan untuk memetik keberhasilan maksimal bagi kedua pihak. Dirinya menilai kerja sama ini dapat mempercepat digitalisasi hingga inklusi keuangan untuk meningkatkan perekonomian nasional.
“Produk dan layanan MNC Group akan terintegrasi secara end-to-end dalam ekosistem PT JMRB, yang dapat melengkapi dan memperkuat bisnis Jasa Marga Group dari hulu hingga hilir. Bisnis MNC Group dari sektor media, jasa keuangan, dan enternainment hospitality akan menambah ke berbagai proyek inovatif dari kerja sama strategis ini,” jelas Hary dalam keterangannya yang dilansir dari jasamarga.com, Jumat (9/7).
Adapun Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga Arsal Ismail mengatakan, penandatanganan MOU ini merupakan penjajakan awal yang dilakukan oleh PT JMRB sebagai salah satu upaya strategis dari Jasa Marga Group untuk meningkatkan revenue dari sisi pendapatan non-tol.
“Sinergi ini kami harapkan dapat berjalan dengan baik. Kami sangat membuka potensi kerja sama dengan instasi lainnya terutama dalam pengembangan bisnis properti, rest area, dan konten digital,” jelas Arsal.
Adapun potensi yang dimiliki jalan tol tidak sekadar sebagai infrastruktur mobilitas bagi arus distribusi barang dan jasa. Oleh karena itu, JMRB terus mengoptimalkan potensi jalan tol terutama pengembangan kawasan atau koridor sekitar jalan tol. Saat ini JMRB telah mengelola 29 rest area yang tersebar di seluruh Indonesia dengan lebih dari 400 tenant yang telah melakukan aktivitas bisnis.