Jakarta, Properti Indonesia – Konsultan properti Cushman & Wakefield melihat tidak ada ekspansi maupun pembukaan lahan industrial baru di wilayah Jakarta dan Sekitarnya pada kuartal I 2021. Hal ini tertuang dalam laporan MarketBeat Cushman & Wakefield pada Kamis (6/5).
Keberadaan tanah industrial di lokasi strategis yang masih banyak dicari di Bekasi menjadi lebih terbatas. Namun lahan industrial diperkirakan akan berkembang mengikuti progres pengembangan infrastruktur. Persediaan lahan industri di Jakarta dan sektarnya masih tetap di angka 15.495 meter persegi, di mana pengembang masih berfokus untuk menjual sisa pasokan yang ada.
Sementara total pasokan pergudangan sewa di Jakarta dan sekitarnya masih berada di 1,8 juta meter persegi tanpa adanya pasokan tambahan. Diprediksi pada akhir tahun ini, ada 144 ribu meter persegi pasokan pergudangan baru akan masuk ke pasar.
Cushman juga melihat pada kuartal ini jumlah transaksi penjualan masih terbatas, dan permintaan belum akan pulih secepat perkiraan di awal. Pemulihan kondisi pasar juga bergerak lamban, transaksi lahan di Jakarta dan sekitarnya hanya 23,6 hektar saja. Jumlah ini menurun 56,6% dari kuartal yang sama di tahun 2020.
Untuk wilayah Bekasi dan Karawang menyerap sekitar 80% permintaan selama kuartal I 2021, dan sisanya terjadi di Tangerang dan Serang. Sebanyak 36% dari permintaan bersih datang untuk kebutuhan data center, kemudian bahan kimia, dan otomotif.
Meski begitu permintaan area gudang dari perusahaan yang berhubungan dengan e-commerce masih berjalan, dengan sektor-sektor lain seperti otomotif dan barang konsumsi ikut mendukung okupansi pergudangan sewa pada kuartal ini.