Dilema Ruang Perkantoran Kosong di Area CBD Jakarta

Dilema Ruang Perkantoran Kosong di Area CBD Jakarta
Gedung perkantoran (rumah.com)

Jakarta, Properti Indonesia - Sejumlah kota di Asia Pasifik seperti Kuala Lumpur, Shenzen, dan Jakarta masuk ke dalam daftar kota dengan tingkat kekosongan ruang perkantoran yang cukup signifikan. Di Jakarta, misalnya. Berdasarkan laporan dari Knight Frank Indonesia, rata-rata ruang perkantoran kosong berada di area Central Business District (CBD).

Menanggapi performa sektor perkantoran di Jakarta yang melempem tersebut, Syarifah Syaukat selaku Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia mengatakan bahwa di tengah stok yang berlimpah dan terus bertambah, ke depannya sektor perkantoran masih harus melewati beberapa tantangan. 

"Beberapa faktor yang menahan pulihnya sektor secara optimal diantaranya adalah belum pulihnya ekonomi, adanya perlambatan transaksi di subsektor perkantoran dan persiapan menuju tahun politik. Hal tersebut kemudian menyebabkan subsektor ini terpaksa harus terus melanjutkan strategi bertahan hingga awal tahun," ujar Syarifah dalam keterangan resminya, Kamis (24/8). 

Berdasarkan laporan terbaru Jakarta Property Highlight, pada semester pertama tahun 2023 pasokan ruang kantor di CBD Jakarta bertambah menjadi 7.285.585 m2 seiring dengan masuknya dua gedung perkantoran baru di awal tahun ini. 

Tingkat hunian atau okupansi juga terkoreksi menjadi sekitar 73,61 persen. Sementara itu, untuk rata-rata harga sewa gedung perkantoran di area CBD Jakarta masih stagnan. Namun, kecenderungan peningkatan harga sewa sebesar 3 persen juga tercatat terjadi pada gedung-gedung perkantoran dengan grade tertinggi. 

Knight Frank juga melihat masih adanya optimisme dimana saat ini gedung perkantoran dengan grade tertinggi dapat menawarkan berbagai penawaran dengan kondisi dan syarat sewa yang menarik dan lebih fleksibel dari sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kembali minat occupier sehingga flight to quality tidak dapat dibendung. Adapun potential occupier datang dari beberapa sektor energi, IT, mining, agrobusiness, retail, logistik, oil & gas, chemical dan trading. 

"Hybrid scheme masih mewarnai operasionl perkantoran saat ini, namun stok yang berlimpah di tengah kondisi perekonomian yang masih challenging menjadikan sektor perkantoran masih harus memperpanjang daya resiliesinya saat ini. Namun, di tengah kondisi ini 15 persen tambahan stok green building hadirdi CBD pada awal tahun ini, memberi harapan optimisme yang berkelanjutan," imbuh Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia. 

Tags
#Perkantoran #Berita Properti #properti #ruang kantor