Jakarta, Properti Indonesia – Pandemi Covid-19 yang terus melanda hingga saat ini membuat berbagai bisnis ekonomi di Indonesia mengalami keterpurukan, salah satunya adalah bisnis ritel.
Bisa dibilang, awal petaka bisnis ritel dimulai saat diberlakukannya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada tahun 2020 dan menutup sementara operasional pusat perbelanjaan serta restoran, sehingga terjadilah penurunan kinerja pada bisnis ini.
Dalam kondisi aktual, yang dapat dilakukan perusahaan ritel adalah dengan beradaptasi, mulai dari pembatasan jam operasional, jumlah pengunjung, hingga penerapan protokol kesehatan.
Ironinya, justru banyak perusahaan ritel raksasa yang akhirnya terpaksa menyudahi operasionalnya pada beberapa gerai mereka di Indonesia, sebagai salah satu strategi untuk mempertahankan cashflow perusahaan akibat dampak dari pandemi.
Berikut adalah deretan perusahaan ritel yang telah dan akan segera menutup sejumlah gerainya di Indonesia.
Matahari, PT Matahari Department Store Tbk
Gerai ritel fashion Matahari yang dimiliki oleh emiten Lippo Group, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan menutup 13 gerai pada tahun ini. Hingga kuartal 2021, Matahari telah memiliki total 147 gerai yang terdiri dari 124 gerai reguler dan 23 gerai dalam pengawasan.
Penutupan gerai Matahari sejalan dengan kinerja keuangan yang merosot. Sepanjang kuartal I 2021, Perusahaan mencatat rugi bersih sebesar Rp95 miliar sementara rugi bersih tahun sebelumnya sebesar Rp93 miliar.
Ramayana, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
Usaha ritel fashion Ramayana yang dikelola oleh PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) juga dikabarkan telah menutup sementara 13 gerainya akibat penurunan penjualan selama pandemi. Penutupan gerai Matahari terjadi pada akhir Maret 2020 lalu.
Kinokuniya
Gerai atau toko buku Kinokuniya di Plaza Senayan, Jakarta telah ditutup permanen pada 1 April 2021 dan terakhir beroperasi pada 31 Maret 2021. Kabar penutupan ini disampaikan melalui akun Instagram pengelola Kinokuniya, @Kinokuniya_id.
Centro, PT Tozy Sentosa
Gerai ritel Centro yang dikelola PT Tozy Sentosa ikut ditutup operasionalnya ada beberapa waktu lalu. Gerai yang ditutup diantaranya Centro di Bintaro dan Plaza Ambarukmo pada pertengahan Maret 2021. Hingga saat ini Centro hanya memiliki 12 toko saja. Penyebab penutupan Centro akibat permintaan yang melemah sehingga Perusahaan kesulitan menanggung beban usaha.
Giant, PT Hero Supermarket Tbk
Gerai ritel multiformat Giant yang dikelola PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) akan menutup semua gerainya mulai Juli 2021. Namun gerai Giant yang ditutup ini rencananya akan digantikan dengan merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi.
Penutupan ini dikarenakan Perusahaan menilai adanya penurunan popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir, dan sektor peralatan rumah tangga, kesehatan, kecantikan, hingga keperluan sehari-hari untuk kelas atas lebih berpotensi.
Jakcloth
Gerai ritel fashion event Jakcloth, akan menutup 18 toko clothing yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Hal ini disebabkan sepinya pengunjung akibat peraturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa wilayah. Sehingga nantinya akan fokus melakukan penjualan secara online. Sebelum penutupan, Jakcloth memberikan diskon hingga 80% dari 28 Mei hingga 15 Juni 2021.