Jakarta, Properti Indonesia – Pengembang properti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) brhasil membukukan pra penjualan (marketing sales) sebesar Rp4 triliun pada semester I 2022 atau 51 persen dari target tahun 2022 sebesar Rp7,8 triliun. Capaian tersebut naik sebesar 12 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,56 triliun.
Direktur Utama CTRA Candra Ciputra menyampaikan, marketing sales di semester I 2022 berasal dari proyek kerja sama operasi sebanyak Rp2,2 triliun dan proyek sendiri sebanyak Rp1,78 triliun. “Kami optimis tren positif ini dapat diteruskan hingga mencapai target marketing sales tahun 2022,” ujar Candra dalam paparan publik Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (27/7).
Lanjut Candra, perusahaan memiliki strategi pertumbuhan berupa mempertahankan jumlah lahan dan luas lokasi geografis yang cukup luas untuk mendukung diversifikasi produk dan menggunakan brand Ciputra dalam melakukan kerja sama operasi (KSO) dan melakukan modal secara prudent, serta meluncurkan produk-produk inovatif untuk menambah porsi pendapatan berulang (recurring income).
“Menambah porsi pendapatan berulang disamping tetap meningkatkan sinergi dengan berfokus pada pengembangan produk, seperti mal, rumah sakit, dan kantor di proyek-proyek existing,” imbuhnya.
Selanjutnya, marketing sales yang diperoleh Ciputra Development rata-rata berasal dari pembayaran menggunakan KPR sebesar 58 persen, tunai bertahap 21 persen, dan tunai 21 persen. Penggunaan KPR menjadi yang tertinggi sehubungan dengan profil pembeli merupakan end user dan adanya kemudahan akses KPR.
Sementara itu, penjualan unit rumah dengan harga kisaran Rp2 miliar – Rp5 miliar berkontribusi 38 persen, segmen rumah Rp1 miliar – 2 miliar sebesar 28 persen, di bawah Rp1 miliar 20 persen, dan di atas Rp5 miliar sebesar 15 persen. Produk yang paling banyak berkontribusi antara lain rumah, kavling dan tanah sebesar 78 persen, disusul ruko 16 persen, apartemen 5 persen, perkantoran, strata title dan sisanya sebesar 1 persen.
Adapun lokasi-lokasi yang menjadi favorit tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan pangsa Jabodetabek tertinggi sebesar 25 persen, Surabaya 20 persen, Sumatera 20 persen, Sulawesi 18 persen, kota lain di Pulau Jawa 13 persen, dan kota-kota lain 1 persen.
Direktur CTRA sekaligus Sekretaris Perusahaan Tulus Santoso juga menyampaikan, untuk mendukung pencapaian target marketing sales tahun ini, Ciputra Development telah meluncurkan beberapa klaster baru yakni Klaster Northwest Park Extension di CitraLand Surabaya, Ruko RII di CitraLand Gama City Medan, Klaster Golden Avenue di CitraLand Losari City Makassar, serta Klaster Agate dan Klaster Tampak Siring di Citra Maja Raya.
Ciputra Development juga akan meluncurkan proyek baru di semester II 2022, diantaranya adalah CitraLand Tanjung Morawa Kota Deli Megapolitan, Klaster Cureggia dan Klaster Avenue Home di proyek CitraRaya Tangerang, Klaster Rochester Park (CitraLand Gama City Medan), serta Klaster Pelican (CitraLand Surabaya).
“Peluncuran proyek dan klaster baru tersebut sukses karena produknya diminati pasar. Kami akan terus mengkaji perkembangan konsep produk baru dan menerapkan berbagai strategi penjualan agar bisa mencapai target tahun ini,” ungkap Tulus Santoso.