BTN Targetkan Kenaikan Kredit Hingga 11 Persen di 2022

BTN Targetkan Kenaikan Kredit Hingga 11 Persen di 2022
Ilustrasi Bank BTN (Dok. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk)

Jakarta, Properti Indonesia – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membukukan laba bersih sebesar Rp2,37 triliun sepanjang tahun 2021, atau naik 48,3 persen dibandingkan pada tahun 2020 sebesar Rp1,6 triliun. Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/2), kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh penyaluran kredit yang tumbuh 5,66 persen, dari Rp260,11 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp274,83 triliun pada 2021. 

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, pertumbuhan kredit Bank BTN mengonfirmasi bahwa sektor perumahan terbukti cukup tangguh melewati masa krisis ekonomi akibat pandemi. Pembiayaan pemilikan rumah tetap mengalir meskipun daya beli konsumen relatif turun.

Kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi kontributor utama pertumbuhan kredit Perseroan dengan kenaikan sebesar 8,25 persen year on year (yoy) menjadi Rp130,68 triliun pada tahun 2021. Sementara KPR non-subsidi naik 4,14 persen yoy menjadi Rp83,25 triliun pada 2021, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp79,93 triliun.

BTN menguasai pangsa pasar KPR di Indonesia sekitar 39,24 persen secara nasional dan market share KPR subsidi sebesar 86,42 persen. Kemudian net interest margin (NIM) naik ke level 3,99 persen dari 3,06 persen. Adapun dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp295,98 triliun naik 6,03 persen secara tahunan. Dari jumlah DPK tersebut komposisi dana murah mengalami kenaikan 319 bps dari 41,11 persen menjadi 44,3 persen.

BTN juga menargetkan pertumbuhan kredit 9 persen hingga 11 persen di tahun ini atau lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya yang tumbuh 5,6 persen secara tahunan.

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #KPR #BTN #properti