BTN Rencana Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun

BTN Rencana Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun
Foto Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), 2 Maret 2022 (btn.co.id)

Jakarta, Properti Indonesia – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Bank BTN Tahap II Tahun 2022 ini dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp1 triliun. Rencana tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi berkelanjutan IV Bank BTN dengan target dana hingga Rp8 triliun. 

Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/4), penawaran umum obligasi ini akan dilaksanakan pada 17-19 Mei 2022. Adapun obligasi yang ditawarkan dalam penawaran umum ini terdiri dari dua seri yakni seri A dan B.

Pada obligasi seri A ditawarkan sebesar Rp600 miliar dengan tingkat bunga tetap 5,5 persen per tahun serta jangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi. Sementara obligasi seri B ditawarkan Rp400 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 6 persen per tahun dan jangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi.

Pemesanan pembelian obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya Rp5 juta. Kemudian dana yang diperoleh dari hasil emisi obligasi ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan oleh BTN sebagai sumber pembiayaan kredit.

BTN juga mencatat laba bersih senilai Rp774 miliar di kuartal I 2022. Perolehan laba bersih tersebut meningkat 23,89 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp625 miliar, yang ditopang dari kenaikan penyaluran kredit, pengelolaan aset kredit bermasalah, efisiensi biaya dana, dan operasional.

Sepanjang Januari-Maret 2022 BTN telah berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp277,13 triliun, atau meningkat 6,04 persen dari tahun lalu senilai Rp261,34 triliun. Penyaluran kredit perumahan oleh BTN mendominasi total kredit pada kuartal ini, dengan total mencapai Rp248,57 triliun. KPR Subsidi pada kuartal I 2022 juga mencapai Rp134,04 triliun sementara KPR Non Subsidi mencapai Rp84,28 triliun.

Tags
#Berita Properti #KPR #BTN #properti #obligasi #perbankan