Jakarta, Properti Indonesia – Pengembang properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menargetkan pra penjualan atau marketing sales tahun 2023 sebesar Rp8,8 triliun. Jumlah ini meningkat 14,2 persen dari tahun lalu yang sebesar Rp7,7 triliun. Adapun pencapaian marketing sales tahun 2022 berhasil menembus Rp8,8 Triliun.
“Target tahun 2023 ditetapkan secara konservatif, namun tetap mencerminkan optimisme kami terhadap pasar properti nasional,” ujar Hermawan Wijaya selaku Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk dalam siaran pers, Kamis (23/2).
Menurutnya, hal ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 4,5 persen hingga 5,3 persen. Serta diperkirakan Inflasi Indek Harga Konumen (IHK) akan menurun dan kembali ke sasaran hingga 3,1 persen pada tahun 2023 dan 2,5 persen pada tahun 2024, berdasarkan publikasi Bank Indonesia beberapa waktu lalu.
BSDE juga menargetkan perolehan marketing sales sebagian besar akan dikontribusi oleh penjualan residensial (landed house) sebesar 65 persen. Kemudian sebanyak 17 persen berasal dari penjualan komersial seperti kavling, ruko/rukan, kondominium, dan sebanyak 18 persen dari potensi penjualan lahan yang dijual kepada perusahaan patungan.
Selanjutnya, BSD City membidik kontribusi sebesar 58 persen termasuk peluncuran hunian secara bertahap untuk hunian Tanakayu, The Ostara, Eonna, Hiera, The Zora, Nava Park, dan Enchante. Sedangkan dari peluncuran bisnis komersial ditargetkan sebesar Rp1,1 triliun yang akan diperoleh dari penjualan lahan kavling komersial kepada pihak ketiga ditambah produk komersialnya yaitu ruko, perkantoran toko, proyek apartemen siap jual (Akasa, Upperwest, Casa de Parco) dan business loft di lokasi strategis.
Sisanya sebanyak 42 persen dikontribusi dari marketing sales dari Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur, Legenda Wisata Cibubur, Taman Banjar Wijaya (Tangerang), Grand City Balikpapan (Kalimantan), Southgate TB Simatupang (Jakarta Selatan), The Elements (CBD Jakarta), Aerium (Jakarta Barat) dan Klaska (Surabaya).
Selama tahun 2022, terjadi peningkatan permintaan yang lebih baik terhadap perumahan dengan harga di segmen menengah (di bawah Rp3 miliar per unit) dan segmen menengah ke atas (Rp3-5 miliar per unit).
Lanjut Hermawan, dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar di 2023, manajemen BSDE memperkirakan harga unit properti kelas menengah dan menengah-atas masih menjadi favorit calon pembeli, baik untuk residensial maupun komersial.
“BSDE pada tahun 2023 berencana meluncurkan produk-produk baru dengan kisaran harga mulai dari Rp1 hingga Rp30 miliar per unit untuk rumah tapak (segmen menengah hingga premium), produk komersial termasuk ruko, apartemen/kondominium dan kavling lahan komersial termasuk yang dijual kepada perusahaan patungan,” tutup Hermawan.