BI: Penyaluran Kredit Sektor Properti Tumbuh 5,4 Persen

BI: Penyaluran Kredit Sektor Properti Tumbuh 5,4 Persen
Real estate illustration (Sumber: Freepik)

Jakarta, Properti Indonesia – Bank Indonesia (BI) menyatakan kredit yang disalurkan oleh perbankan pada Januari 2022 terus menunjukan tren positif. Penyaluran kredit pada Januari 2022 tercatat sebesar Rp5.700,0 triliun, tumbuh 5,5 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 4,9 persen (yoy). 

“Terdapat akselerasi penyaluran kredit kepada korporasi sebesar 5,4 persen pada Januari 2022, meningkat dari 1,8 peren pada bulan sebelumnya. Sementara itu, kredit kepada perorangan tercatat tumbuh melambat sebesar 7,1 persen pada bulan laporan dibanding 8,4 persen pada Desember 2021,” ungkap Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam Analisis Uang Beredar Posisi Januari 2022, dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jumat (24/2).

Dalam analisis Bank Indonesia, penyaluran kredit di sektor properti pada Januari 2022 tumbuh 5,4 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan Desember 2021 sebesar 4,8 persen terutama pada KPR/KPA dan kredit real estate. Kredit KPR/KPA meningkat dari 9,7 persen menjadi 10,1 persen, terutama kredit untuk Pemilikan Rumah Tinggal tipe 22 sampai tipe 70 di Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Sementara itu, kredit real estat masih mengalami perkembangan positif sebesar 1,9 persen (yoy), berbalk arah dibandingkan pertumbuhan negatif di bulan sebelumnya,” imbuh Erwin.

Perkembangan yang dimaksud seiring dengan perbaikan penyaluran kredit real estat pada gedung perbelanjaan (mal dan plaza) di DKI Jakarta. Di sisi lain, kredit konstruksi mengalami perlambatan dari 0,8 persen (yoy), menjadi 0,6 persen (yoy). Terutama pada konstruksi sub sektor bangunan jalan jembatan dan landasan.

Kemudian berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan penyaluran kredit pada Januari 2022 terutama terjadi pada Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Konsumsi (KK), sementara Kredit Investasi (KI) tumbuh stabli. KMK kembali terakselerasi, dari 6,1 persen pada Desember 2021 menjadi 7,3 persen pada Januari 2022, tetutama di sektor Industri Pengolahan, serta Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR).

Tags
#hunian #Hotel #Berita Properti #KPR #bank indonesia #properti #ritel #bangunan #restoran