Jakarta, Properti Indonesia – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) tengah mempercepat pembangunan proyek bendungan yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yakni Pembangunan Bendungan Way Sekampung. Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja pada proyek pembangunan bendungan tersebut di Provinsi Lampung.
Dalam kunjungannya Ma’ruf didampingi oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Wiyoko dan jajaran Direksi BUMN Karya. M. Dalam acara tersebut hadir Direktur Operasi 2 PTPP M. Toha Fauzi, SVP Divisi Infrastruktur 2 PTPP Pande Ketut, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.
Baca Juga : Akses Menuju Pelabuhan Patimban Akhirnya Siap Beroperasi
Proyek Bendungan Way Sekampung terletak di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung telah mencapai 92% dan ditargetkan selesai pada triwulan III 2021. Bendungan ini sendiri telah dibangun sejak tahun 2016 dengan nilai investasi Rp1,3 triliun dan memiliki kapasitas efektif sebesar 6 juta per meter kubik.
Adapun manfaat dari bendungan ini yakni penyediaan air irigasi untuk lahan seluas 55.373 hektar, serta penyediaan air baku sebesar 2.482 liter per detik untuk Kota Bandar Lampung, Branti, dan Kota Metro.
Baca Juga : Catat ! 17 Jalan Tol Akan Diresmikan Pemerintah Tahun Ini
Bendungan juga dijadikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohida (PLTM) dengan daya sebesar 5,4 MW (2 x 2,7 MW). Disamping itu, dengan dibangunnya bendugan juga bermanfaat sebagai wisata air dan pelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Pringsewu dan sekitarnya.
“Kehadiran Bendungan Way Sekampung di Provinsi Lampung tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Pekerjaan pembangunan bendungan ini tidak dihentikan oleh Pemerintah selama masa pandemi Covid-19 dimana hal tersebut untuk menjaga target penyelesaian PSN serta menjaga kesinambungan roda perekonomian Indonesia,” ujar Sekretaris Perusahaan Perseroan Yuyus Juarsa, Selasa (23/3).
Baca Juga : PUPR Lelang 4.694 Paket Proyek Infrastruktur
Yuyus juga mengatakan bendungan ini digunakan sebagai pengendali banjir dan sebagai lahan konservasi serta pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam melalui irigasi. Serta nantinya bisa ikut mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
“Perseroan bagga dipercaya oleh Kementerian PUPR untuk membangun bendungan yang masuk ke dalam list PSN. Perseroan juga berjanji akan menyelesaikan pembangunan tersebut tepat waktu dengan kualitas terbaik,” imbuh Yuyus.