Jakarta, Properti Indonesia – Jalan akses menuju Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat sepanjang 8,2 km saat ini telah siap beroperasi. Dilansir dari akun Instagram official Bina Marga (8/3), akses ini dibangun dengan tiga jenis struktur yang sebagian besar adalah jalan layang (elevated) di atas persawahan. Antara lain pile slab sepanjang 5,9 km, flyover sepanjang 1,6 km dan flexible pavement sepanjang 0,7 km.
Proyek pembangunan jalan akses pelabuhan ini merupakan sebagai tindak lajut pertemuan Presiden Joko Widodo dengan mantan Perdana Menteri Jepang periode 2007-2008 Yusuo Fakuda, sebagai Ketua Asosiasi Jepang-Indonesia pada tahun lalu.
Baca Juga : Pemerintah Alokasikan Anggaran APBN Rp33,1 Triliun
Sehingga jalan ini merupakan hasil dari kerja sama bilateral Indonesia-Jepang dengan skema pinjaman senilai Rp1,2 triliun. Yakni Kerja Sama Operasi (KSO) antara Shimizu Corporation dengan PT PP (Persero) Tbk dan PT Bangun Cipta Kontraktor di bawah, di bawah tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat.
Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga juga sedang mempersiapkan pembangunan jalan tol akses ke Pelabuhan Patimban sepanjang 37,05 km yang menghubungkan ruas tol Cikampek-Palimanan (Cipali) Km 89+475 dengan ruas Pantura. Pelabuhan Patimban sendiri merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah tinggi.
Dongkrak properti
Rampungnya pembangunan akses jalan menuju pelabuhan Patimban diprediksi dapat mendorong berbagai bisnis sektor properti di kawasan industri dan meningkatkan perekonomian yang terkena dampak pandemi Covid-19.
Baca Juga : Percepat PEN, Presiden Jokowi Minta PUPR Segerakan Pembangunan Infrastruktur
Terlebih saat ini para pengembang properti mulai masif untuk membangun produk-produk mereka di segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi Koridor Timur Jakarta, meliputi Airport Kertajati, kawasan Bekasi (termasuk Karawang dan Purwakarta), serta Pelabuhan Patimban sendiri.
Pengembang PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) adalah salah satu yang cukup agresif untuk menggarap kawasan sekitar Patimban melalui proyek Subang Smartpolitan. Pada tahap pertama pembangunan akan mengembangkan lahan 400 hektar dan tahun ini ditargetkan menjual 40 hektar lahan untuk pengembangan komersial, industrial, industrial, residensial, infrastruktur, dan fasilitas pendukung.