Jakarta, Properti Indonesia – PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) telah menggunakan 45 persen atau senilai Rp125,46 miliar dana dari hasil penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) sebagai modal kerja per 30 Juni 2022. Sebelumnya, ADCP telah menggelar IPO pada 15 Februari 2022 lali dan memperoleh hasil bersih sebesar Rp278,8 miliar.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Human Capital ADCP, Mochamad Yusuf, dikutip dari keterbukaan informasi, Senin (25/7), mengatakan bahwa selain merealisasikan 45 persen dana sebagai modal kerja, perseroan juga menggunakan sebesar Rp97,58 miliar atau 35 persen untu investasi. Kemudian sisa dana sebesar Rp55,76 miliar atau 20 persen dana IPO digunakan untuk keperluan refinancing.
Sebagai informasi, ADCP juga akan membagikan dividen senilai Rp26 miliar dari laba bersih tahun buku 2021 sebesar Rp130,36 miliar. Pembagian dividen ini akan dibayarkan pada 29 Juli 2022. Serta menyetujui penetapan penggunaan laba bersih tahun 2021 untuk cadangan wajib sebesar 20 persen atau Rp26 miliar, dan sebesar Rp78 miliar untuk saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.
“Perseroan akan membagikan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2021 dengan jumlah laba yang akan dibagikan sebesar Rp26,07 miliar setara dengan rasio pembagian dividen 20 persen dari laba bersih perseroan. Sehingga setiap pemegang saham akan memperoleh Rp1,17 per lembar saham,” jelas Direktur Utama ADCP, Rizkan Firman.