Wow, Permintaan Rumah Seken Tetap Meningkat di Tengah Pandemi

Wow, Permintaan Rumah Seken Tetap Meningkat di Tengah Pandemi
Rumah tapak (freepik.com)

Jakarta, Properti IndonesiaMenarik mencermati pasar hunian secondary di Indonesia. Meski di tengah pandemi, tren pencariannya justru terus meningkat. 

Ketua Umum Asosiasi Real Estte Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong mengatakan, permintaan hunian seken meningkat cukup signifikan khususnya sejak dimulainya pandemi pada 2020 lalu.

“Kalau kita lihat permintaannya cukup signifikan untuk perumahan sekunder, karena konsumen merasa langsung mendapatkan rumah yang sudah jadi dibanding dia membeli dari developer langsung. Pertimbangannya di tengah kondisi begini apakah akan dibangun atau tidak,” ungkap Lukas saat dihubungi Properti Indonesia, Rabu (10/2).

Menurut Lukas, pertumbuhan pasar rumah seken di tahun 2020 lebih tinggi dibanding 2019 karena memang suplai rumah dari developer cukup terbatas dan hanya developer-developer besar yang berani launching produk saat pandemi.

“Kalau konsumen ingin rumah yang ready, satu-satunya jalan mencari rumah sekunder. Kalau mau aman mungkin cari yang ready stock, tergantung sama developernya. Developer-developer besar yang bisa memberikan properti yang pasti dibangun,” jelasnya.

Adapun, rata-rata harga rumah sekunder yang diminati konsumen saat pandemi memiliki kisaran harga antara Rp800 juta hingga Rp1 miliar. Lukas juga mengatakan untuk meningkatkan penjualan terhadap rumah-rumah sekunder saat ini dapat dilakukan melalui banyak kolaborasi. “Sekarang kita butuh banyak kolaborasi atau networking. Jadi kita bisa jualan lintas brand,” tutupnya.

Tags
#rumah #Berita Properti #Bisnis Properti #Investasi Properti #Covid19 #Pandemi #jual rumah #perumahan #AREBI #broker