Jakarta, Properti Indonesia – Tak bisa dipungkiri, dampak dari pandemi Covid-19 membuat bisnis properti dalam negeri cenderung lesu dan stagnan. Perlambatan bahkan tak hanya terjadi pada aspek indeks harga properti, namun juga berimbas pada pasokan properti, permintaan properti, serta kredit kontruksi dan perkembangan suku bunga bank.
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk., William Honoris usai menggelar acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020 di Jakarta, Jumat (20/8) kemarin.
William menuturkan, meski sepanjang tahun 2020 industri real estat masih mencatatkan angka pertumbuhan positif, namun industri ini terus mengalami kontraksi di setiap triwulannya. Karena itu, pihaknya bersyukur PT Modernland Realty Tbk. mampu melewati tahun 2020 yang penuh tantangan.
“Atas dukungan dan kepercayaan seluruh pemegang saham, manajemen telah mengambil langkah-langkah strategis mendayagunakan aset bernilai tinggi untuk mendorong pendapatan dan mengukuhkan struktur keuangan demi mencapai pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar William dalam keterangan tertulis yang diterima Properti Indonesia.
Sementara itu, David Iman Santosa, Direktur PT Modernland Realty Tbk., menjelaskan, secara umum di tahun 2020, kinerja operasional dan keuangan Perseroan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2019. Di tahun 2020 Perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp1,60 triliun, turun 62,65% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,28 triliun.
Hasil ini ditunjang oleh marketing sales segmen residensial yang tercatat sebesar Rp1,36 triliun, menurun 53,81% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp2,94 triliun. ModernCikande Industrial Estate mencatat marketing sales sebesar Rp151,91 miliar, menurun 87,52% dibandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp1,22 triliun.
Selain itu, Perseroan membukukan pendapatan hotel sebesar Rp36,69 miliar, menurun 50,42% dibandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp74,00 miliar. Tak hanya itu, pendapatan dari operasional lapangan golf dan restoran club house menurun 3,63% pada tahun 2020 menjadi Rp44,89 miliar dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp46,59 miliar.
Prospek 2021
David menuturkan, Perseroan meyakini perekonomian nasional dan industri properti akan mulai pulih pada tahun 2021 menyusul program vaksinasi yang mulai dijalankan pemerintah di awal tahun. Perseroan berharap vaksinasi tersebut dapat berdampak baik pada sentimen pasar, sehingga roda perekonomian dapat kembali berputar. Dengan demikian, daya beli masyarakat akan mulai pulih dan perbankan akan mulai berani membuka peluang lebar untuk pembiayaan, yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri properti.
Untuk tahun 2021, sebutnya, Perseroan akan melaksanakan promosi penjualan unit residensial untuk memanfaatkan momentum relaksasi pajak pertambahan nilai. Perseroan pun berencana menjual aset yang bersifat non-operasional untuk membantu peningkatan modal kerja. “Peluncuran produk residensial baru dengan harga penjualan yang lebih terjangkau pun akan dilaksanakan sembari mencari mitra strategis untuk pengembangan kawasan residensial milik Perseroan lainnya,” tutur David.