Jakarta, Properti Indonesia – PT Waskita Karya (Persero) Tbk tengah melakukan negosiasi rencana penjualan saham atau divestasi lima ruas jalan tol. Sebelumnya perseroan merencanakan ada 9 ruas tol yang bisa dilakukan divestasi, namun hingga semester I 2021 baru ada 4 ruas tol yang telah didivestasi.
Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono mengatakan, bahwa target negosiasi divestasi lima ruas jalan tol akan rampung pada kuartal III 2021, namun terhambat karena pandemi Covid-19 sehingga target diundur sampai kuartal IV 2021.
“Saat ini ada lima ruas yang dalam proses negosiasi. Namun mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung maka hal ini yang membuat proses negosiasi yang kami harapkan selesai pada kuartal III akan mundur sampai kuartal IV 2021,” ujar Destiawan, dikutip dari Antara, Jumat (13/8).
Lanjut Destiawan, pihaknya menargetkan mendapatkan dana segar hingga Rp10 triliun dari aksi korporasi tersebut, dan akan mengurangi beban perusahaan ke depannya.
“Kalau realisasi ini sampai terlaksana dengan divestasi tersebut, kami akan mendapatkan dana segar atau fresh money sekitar Rp10 triliun dan kemudian terjadi debt deconsolidation kurang lebih sebesar Rp20 triliun,” imbuh Destiawan.
Sebelumnya pada Juni 2021, Waskita telah melakukan divestasi sebanyak 40% saham WTR pada PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) serta divestasi sebanyak 35% saham WTR pada PT Cinere Serpong Jaya (CSJ). Juga sukses melakukan divestasi seluruh kepemilikan saham WTR pada PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT).
Kemudian melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road dan PT Akses Pelabuhan Indonesia (API), Perseroan menandatangani divestasi jalan tol Cibitung-Cilincing. Adapun proses skema asset recycling yang digunakan Waskita diantaranya investment-construction-divestment dalam mendorong kinerja usaha dan kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional.