Usung Konsep Future Smart Forest City, Pembangunan IKN Dimulai dari Kawasan Inti

Usung Konsep Future Smart Forest City, Pembangunan IKN Dimulai dari Kawasan Inti
Desain Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara (Karya: I Nyoman Nuarta)

Jakarta, Properti Indonesia -  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa Ibu Kota Negara (IKN) akan dibangun secara bertahap hingga tahun 2045 dengan mengusung konsep Future Smart Forest City of Indonesia sehingga tetap memperhatikan aspek lingkungan. 

Konsep smart forest ciy sendiri pertama kali diaplikasikan di Cancun, Meksiko. Kota ini digadang menjadi 'pelopor' pembangunan yang lebih ramah lingkungan. Dilansir dari Dezeen, Jumat (25/2), smart forest city ini dibangun di atas lahan seluas 557 hektar yang dirancang oleh arsitek Italia Stefano Boeri. Kota ini berisikan 7,5 juta tanaman yang dipilih oleh ahli botani dan arsitek lansekap Laura Gatti. "Ini merupakan ekosistem perkotaan di mana alam dan kota saling terkait dan bertindak sebagai satu organisme," ujar Stefano Boeri, dikutip dari Dezeen

Proyek ini sendiri merupakan bagian dari konsep Boeri's Forest City. Nantinya, dalam kawasan ini gedung pencakar langit akan ditutupi oleh tanaman, mirip  rencana wilayah perkotaan di Tiongkok dengan maksud untuk menjaga lingkungan dan sekitarnya. Pembangunan proyek ini juga menjadi pengganti pusat perbelanjaan dan reboisasi bagi wilayah yang telah diubah menjadi area tambang pasir untuk pembangunan hotel. 

Smart Forest City diharapkan mampu menyerap 116 ribu ton karbondioksida dan 5.800 ton CO2 yang dihasilkan setiap tahun dari pembangunan dan polusi udara. Hal ini merujuk dari kekhawatiran tentang perubahan iklum, polusi, dan perusakan habitat. Kota pintar ini juga dapat membuat penghuninya lebih hemat dalam penggunaan energi sehari-hari. 

Kembali ke IKN, Menurut Basuki, pada tahap awal tahun 2022 hingga 2024, Kementerian PUPR akan mulai membangun Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) seluas 6.671 hektar. “KIPP terbagi dalam tiga klaster yaitu pemerintahan inti, pemerintahan pendidikan, dan pemerintahan kesehatan. Area yang akan dibangun hanya 24,5% (1.633 hektar) dari seluruh KIPP (6.671 hektar), selebihnya 75,5% (5.038) hektar) akan dimanfaatkan sebagai area hijau,” ujar Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Jumat (25/2).

Sementara, tahapan berikutnya yang akan dibangun adalah infrastruktur prioritas meliputi; Istana Kepresidenan, Masjid Negara, perkantoran Kementerian/Lembaga, penataan Kawasan Sumbu Kebangsaan dan Tripraja, hunian ASN, jalan akses dan jalan lingkungan tahap awal, serta infrastruktur dasar pemukiman seperti penyediaan air baku melalui Bendungan Sepaku Semoi dan beberapa bendungan lainnya. Sebelum melakukan pembangunan infrastruktur dasar, pembangunan IKN akan diawali oleh upaya revitalisasi dan reboisasi hutan.

 

Tags
#hunian #Berita Properti #Kementerian PUPR #properti #bangunan #IKN