Denpasar, Properti Indonesia – Meski di tengah pandemi, Pulau Dewata Bali masih menjadi destinasi wisata nomor satu di Indonesia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bahkan menuturkan kunjungan ke Bali hampir menembus 4.500 orang per hari atau sudah meningkat 25 persen dari target pada Maret 2021 lalu. Hal inilah yang membuat optimisme para pelaku bisnis properti, baik yang sudah berinvestasi maupun akan berinvestasi di Bali mulai kembali menggeliat.
Salah satu developer yang cukup optimis adalah Teratai Group. Developer yang fokus pada pengembangan proyek-proyek properti di Bali ini menggelar secara resmi meluncurkan proyek teranyarnya Teratai Grand Village yang berlokasi di Canggu, Bali. Dikembangkan di atas lahan seluas 2,5 hektar, Teratai Grand Village akan merangkum 1,5 hektar proyek residensial, sementara 1 hektar sisanya direncanakan sebagai komersial area.
Teratai Grand Village menawarkan unit dalam bentuk kavling dengan ukuran 120 meter persegi (8x15) yang dipasarkan dengan harga Rp9.099.000 per meter persegi. Sejak dipasarkan Juni lalu, dari total 55 unit kavling, saat ini sudah berhasil terjual 85%.
“Siapa bilang Properti di Bali sedang lesu? Ternyata penjualan properti di Bali sangat luar biasa. Terbukti Teratai Grand Village berhasil terjual 85% sebelum produk ini di-launching secara resmi ke pasar walaupun hanya menyisakan sebanyak 15% saja,” ujar I Gede Arya Wijaya SH, M.Kn, Direktur PT Teratai Agung Kencana, developer Teratai Grand Village dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/9) kemarin. Menurut Arya, penjualan sebelum launching ini memang terbilang sukses meski provinsi Bali masih mengalami kondisi PPKM level 4.
Sebelum meluncurkan Teratai Grand Village, Teratai Group meluncurkan Villa Teratai Residence yang lokasinya berdekatan dan hingga saat ini juga telah berhasil terjual 80%. Kedua proyek ini dikembangkan saat terjadinya pandemi Covid-19. Arya mengatakan, Teratai Group berkomitmen penuh dan serius untuk mengembangkan proyek Teratai Grand Village. Terbukti hanya dalam waktu 3 bulan sudah banyak perubahan dalam progres pembangunan di lapangan. Bahkan cenderung lebih cepat dari jadwal yang telah direncanakan.
“Kami adalah satu-satunya developer di Bali yang menjual kavling dengan harga terbaik bagi konsumen kami. Selanjutnya, semua keuntungan kami berikan kembali kepada konsumen dalam bentuk fasilitas dan kualitas. Bagi kami nama dan reputasi di atas segalanya," lannjut Arya.
Bertepatan dengan peluncuran proyek Teratai Grand Village, Teratai Group juga menggelar upacara untuk pembuatan gerbang sekaligus menjadi milestone peresmian penjualan perdana (launching) dari produk Teratai Grand Village.
Sementara itu, Andy K Natanael dari AKN Group, advisor dari proyek Teratai Grand Village mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat penjualan Teratai Grand Village sangat baik, antara lain, sebagai kawasan pariwisata internasional, Pulau Dewata Bali masih menjadi incaran konsumen baik lokal maupun luar daerah dan meskipun terjadi pandemi Covid-19, tidak menyurutkan minat masyarakat untuk ingin memiliki properti di Bali.
Faktor lainnya, Canggu telah menjelma menjadi salah satu kawasan spot atraktif yang memikat para wisatawan domestik maupun manca negara di pulau Bali. Kawasan ini terletak di Kabupaten Badung, Bali. Terkenal dengan panorama alamnya yang indah serta keunikan karakter pantainya, Saat ini Canggu menjadi salah satu kawasan primadona dengan tingkat kunjungan wisatawan terbanyak di pulau Bali.
“Unit yang dijual berupa kavling dengan ukuran 120 meter persegi (8x15) dan dijual dengan harga yang menarik, berada dalam sebuah komplek yang selalu dijaga lingkungannya sehingga menjadi daya tarik dan membuatnya cepat terjual,” sebut Andy.
Andy menambahkan, saat ini banyak orang yang ingin dan mempunyai properti di Bali karena ada kebanggaan tersendiri. “Namun kebanyakan yang ditawarkan adalah villa-villa yang harganya sudah mahal atau bentuk layout-nya tidak sesuai. Sekalipun membeli kavling maka ukurannya besar-besar dan juga tidak dikelola dalam satu komplek,” pungkasnya.